PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Super League Indonesia kembali menjadi sorotan utama setelah beberapa pemain muda menunjukkan performa impresif di level klub, namun belum mendapat panggilan ke skuad Tim Nasional. Dua nama yang paling sering dibicarakan adalah Rizky Ridho dari Persija Jakarta dan Beckham Putra, talenta yang telah menarik perhatian publik sejak debutnya.
Rizky Ridho, bek kanan yang kini menjadi pilar lini belakang Persija, dikenal dengan kecepatan serta kemampuan bertahan yang solid. Selama fase pertama Liga 2025/2026, ia mencatat rata-rata tiga intersep per pertandingan dan berhasil membantu tim menurunkan angka kebobolan menjadi yang terendah di grup. Sementara itu, Beckham Putra, gelandang serang yang bermain untuk Persib Bandung, menorehkan 12 assist dan 9 gol dalam 18 laga, menjadikannya salah satu kontributor serangan paling efektif di liga.
Meski statistik mereka mengungguli beberapa pemain senior yang telah lama menjadi andalan Timnas, kedua pemain tersebut masih belum masuk dalam daftar panggilan terbaru. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebijakan seleksi pelatih Timnas Indonesia, terutama menjelang kualifikasi Piala Asia 2026.
Berikut ini adalah daftar pemain andalan Super League yang belum dipanggil ke Timnas Indonesia, lengkap dengan posisi, klub, dan kontribusi utama mereka selama musim ini:
| No | Nama | Posisi | Klub | Statistik Utama (2025/2026) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rizky Ridho | Bek Kanan | Persija Jakarta | 3 intersep/match, 0,8 kebobolan/match |
| 2 | Beethoven “Beckham” Putra | Gelandang Serang | Persib Bandung | 12 assist, 9 gol |
| 3 | Mike Rajasa | Kiper | FC Utrecht (Belanda) | 28 clean sheet, save % 78 |
| 4 | Mathew Baker | Penyerang | Melbourne City (Australia) | 15 gol, 4 assist |
| 5 | Farik Rizqi | Gelandang Tengah | Adhiyaksa | 7 gol, 10 assist |
| 6 | Miraj Rizky | Penyerang | Adhiyaksa | 11 gol, 3 assist |
| 7 | Keanu Senjaya | Bek Kiri | Bali United | 2 intersep/match, 1,2 assist |
| 8 | Alfredo Naraya | Gelandang | Persebaya Surabaya | 9 gol, 7 assist |
Data di atas menunjukkan keberagaman posisi dan klub yang menampung talenta muda Indonesia. Beberapa pemain bahkan telah menembus kompetisi luar negeri, seperti Mike Rajasa yang bermain di Eredivisie Belanda dan Mathew Baker yang berkarier di A-League Australia. Keberadaan mereka di kancah internasional seharusnya menjadi nilai tambah bagi Timnas, mengingat pengalaman bermain melawan standar tinggi.
Analisis para pengamat mengindikasikan bahwa faktor taktis dan kebutuhan akan keseimbangan skuad menjadi alasan utama mengapa nama-nama tersebut belum terpilih. Pelatih Timnas saat ini lebih mengutamakan pemain yang memiliki pengalaman di level senior dan telah terbiasa dengan sistem permainan yang diterapkan. Namun, tekanan dari media dan suporter semakin menguat, menuntut transparansi dan pemberian kesempatan kepada generasi baru.
Di sisi lain, skuad U-17 Timnas yang akan berlaga di Piala Asia 2026 menunjukkan bahwa proses pembinaan pemain muda memang sedang berjalan. Daftar 23 pemain U-17 mencakup nama-nama seperti Noah Leo Duvert, Abdillah Ishak, dan Ridho (yang kemungkinan adalah Rizky Ridho). Keberhasilan generasi muda di turnamen usia dini dapat menjadi indikator kesiapan mereka untuk menembus tim senior.
Jika tren ini berlanjut, kemungkinan besar pelatih akan membuka peluang bagi pemain-pemain yang telah menunjukkan konsistensi di liga domestik. Hal ini juga akan memberikan motivasi bagi para pemain lain untuk meningkatkan performa, mengetahui bahwa pencapaian mereka dapat berujung pada panggilan Timnas.
Kesimpulannya, daftar pemain andalan Super League yang belum dipanggil ke Timnas Indonesia mencerminkan adanya jurang antara performa klub dan kebijakan seleksi nasional. Dengan tekanan publik yang terus meningkat, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, nama-nama seperti Rizky Ridho dan Beckham Putra akan muncul di skuad Timnas untuk mengisi kebutuhan taktis sekaligus memperkuat kedalaman tim.
