John Herdman Panggil 23 Pemain, Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinan Kembali Bersinar di Persiapan AFF 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Pelatih asal Inggris, John Herdman, mengumumkan skuad awal berjumlah 23 pemain untuk menghadapi rangkaian latihan menjelang Piala AFF 2026. Pengumuman ini menimbulkan kegembiraan sekaligus perdebatan di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola tanah air, terutama karena dua nama besar, Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinan, kembali masuk dalam daftar pemanggilan setelah absen cukup lama.

Witan Sulaeman, yang sebelumnya pernah menorehkan penampilan impresif bersama Timnas Indonesia pada Piala AFF 2024, dipanggil kembali untuk menambah kekuatan lini serang. Sementara Marselino Ferdinan, talenta muda yang sempat meniti karier di Eropa, kini kembali ke timnas setelah menyelesaikan masa cuti karena cedera. Kedua pemain tersebut diharapkan menjadi katalisator bagi Garuda dalam menghadapi kompetisi regional yang semakin kompetitif.

Baca juga:

Selain keduanya, John Herdman juga mengumumkan kehadiran beberapa pemain berpengalaman dan pendatang baru, antara lain Thom Haye yang menjadi opsi kreatif di lini tengah, Eksel Runtukahu yang diposisikan sebagai penyerang alternatif, serta Cahya Supriadi yang bersaing merebut tempat utama di pertahanan. Daftar lengkap 23 pemain mencakup nama-nama yang telah menjadi andalan klub di BRI Super League 2025/2026, sekaligus menyingkap strategi pelatih dalam memadukan pengalaman internasional dan energi muda.

Namun, tak semua nama yang bersinar di kompetisi domestik berhasil masuk dalam radar John Herdman. Beberapa pemain dengan statistik mengesankan tetap terlewat, memicu pertanyaan mengenai kriteria seleksi. Di antara mereka, kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, mencatatkan 27 penampilan dengan 16 clean sheet, angka yang melampaui performa kiper senior lainnya. Meski memiliki catatan defensif terbaik, Teja belum mendapatkan panggilan ke skuad utama.

Di lini pertahanan, Komang Teguh Trisnanda dari Borneo FC menorehkan 28 penampilan dan empat gol, menunjukkan kontribusi serbaguna. Kadek Arel, bek muda Bali United, juga tampil konsisten dengan 27 penampilan dan hampir 2.000 menit di lapangan. Kedua pemain tersebut bahkan pernah terpilih oleh mantan pelatih Shin Tae-yong untuk timnas pada turnamen AFF sebelumnya, namun kini kembali menunggu peluang di bawah asuhan John Herdman.

Baca juga:

Penjelasan resmi dari staf teknis Indonesia menyebutkan bahwa pemilihan pemain tidak semata-mata didasarkan pada statistik klub, melainkan pada kebutuhan taktik, kesiapan mental, serta integrasi dalam skema permainan yang diusung. John Herdman menekankan pentingnya keseimbangan antara pemain yang sudah memiliki pengalaman internasional dan talenta muda yang siap belajar.

Selama sesi latihan pertama di Jakarta, para pemain yang dipanggil menunjukkan intensitas tinggi. Witan Sulaeman memperlihatkan kecepatan dan insting menyerang yang tajam, sementara Marselino Ferdinan menampilkan kontrol bola serta visi permainan yang mengesankan. Kedua pemain tersebut tampaknya sudah siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh beberapa pemain senior yang absen karena cedera atau sanksi.

Selain itu, pelatih menyoroti pentingnya adaptasi pemain lokal yang bermain di BRI Super League. “Saya memperhatikan perkembangan kompetisi domestik, namun tetap menilai pemain berdasarkan kemampuan mereka berkontribusi pada taktik timnas,” ujar John Herdman dalam konferensi pers singkat. Ia menambahkan bahwa pemain yang belum dipanggil tetap berada dalam pengawasan tim dan memiliki peluang untuk masuk dalam daftar lanjutan menjelang turnamen.

Baca juga:

Penggemar dan analis sepak bola menilai keputusan John Herdman sebagai langkah realistis. Dengan menambahkan Witan dan Marselino, Garuda memperoleh dua opsi serang yang berbeda—satu berbasis fisik, lainnya berbasis teknik. Di sisi lain, kehadiran pemain seperti Thom Haye memberikan dimensi tambahan pada permainan kreatif, sementara ekspektasi pada pemain lokal yang belum dipanggil tetap tinggi.

Secara keseluruhan, skuad 23 pemain ini mencerminkan upaya mengoptimalkan sumber daya yang ada, menggabungkan pengalaman internasional dan kualitas lokal. Menjelang Piala AFF 2026, tantangan utama bagi John Herdman adalah menyatukan kohesi tim, mengasah taktik, dan memastikan pemain yang terpilih dapat menampilkan performa konsisten pada level regional.

Jika strategi ini berjalan lancar, Timnas Indonesia berpotensi menembus babak final atau bahkan merebut gelar juara, mengingat kompetisi AFF semakin ketat dengan munculnya tim-tim baru yang berinvestasi pada pengembangan pemain muda. Sementara itu, para pemain yang belum dipanggil tetap harus menjaga performa di liga domestik, karena kesempatan berikutnya mungkin muncul sewaktu-waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *