Mahasiswa UGM Raih Kemenangan Gemilang dengan Mobil Listrik EV-4 di Kompetisi Malaysia

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Mei 2026 | Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengukir prestasi internasional dengan mengalahkan puluhan tim lain dalam kompetisi mobil listrik bergengsi di Malaysia. Inovasi mereka, mobil listrik berjenis EV-4, menjadi sorotan utama berkat desain yang efisien, performa yang handal, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang terdepan.

Proyek EV-4 dimulai pada awal tahun 2023 ketika sekelompok mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Fakultas Teknik Elektro bersatu untuk menjawab tantangan mobilitas berkelanjutan. Dipimpin oleh mahasiswa senior, Rina Pratama, tim ini melibatkan 12 anggota dengan keahlian di bidang mekanik, elektronik, serta manajemen proyek. Selama lebih dari satu tahun, mereka melakukan riset intensif, menguji berbagai motor listrik, serta mengoptimalkan sistem baterai lithium‑ion yang diproduksi secara lokal.

Baca juga:

Keunggulan utama EV-4 terletak pada bobot yang ringan namun kuat, berkat penggunaan rangka berbahan serat karbon yang diproduksi melalui proses 3D‑printing. Sistem penggerak mengadopsi motor hub‑drive yang menghasilkan torsi maksimum 250 Nm, memungkinkan mobil melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari 7 detik. Selain itu, kendaraan ini dilengkapi dengan sistem regeneratif yang dapat mengembalikan hingga 30% energi saat pengereman, memperpanjang jarak tempuh hingga 320 km per charge.

Kompetisi yang diadakan di Kuala Lumpur ini menilai peserta berdasarkan tiga kriteria utama: efisiensi energi, kecepatan, dan inovasi desain. EV-4 menonjol dalam semua aspek, mencetak nilai tertinggi pada uji efisiensi dengan konsumsi energi hanya 12,5 kWh per 100 km. Pada tahap kecepatan, mobil ini berhasil mencatat waktu tercepat di lintasan sprint 1,000 meter, mengalahkan tim asal Jepang dan Korea Selatan.

Baca juga:

Selain prestasi teknis, tim UGM menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Rina menjelaskan, “Kami tidak hanya mengembangkan sebuah kendaraan, melainkan juga membangun ekosistem pengetahuan yang melibatkan dosen, industri, dan pemerintah. EV-4 adalah bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di panggung global dengan sumber daya yang ada di tanah air.”

Keberhasilan ini juga membuka peluang komersialisasi. Beberapa investor lokal telah menunjukkan minat untuk mendanai produksi massal EV-4 dalam skala kecil, dengan target peluncuran pertama pada akhir 2025. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian, juga berencana mengintegrasikan teknologi ini ke dalam program kendaraan listrik nasional.

Baca juga:

Ke depan, tim EV-4 berencana untuk meningkatkan kapasitas baterai serta menambahkan fitur otonomitas tingkat dasar. Mereka berharap dapat berpartisipasi kembali dalam kompetisi serupa di tahun 2026, sekaligus memperluas jaringan kerjasama dengan universitas di ASEAN.

Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama UGM, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain potensial dalam revolusi kendaraan listrik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, inovasi mahasiswa seperti EV-4 dapat mempercepat transisi menuju transportasi hijau dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *