PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Mei 2026 | Seekor buaya betina berukuran sekitar 2,8 meter yang sempat menimbulkan teror di wilayah Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, akhirnya ditemukan mati mengapung di Sungai Mandar pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Penemuan bangkai tersebut menjadi titik balik bagi warga yang selama berminggu‑minggu hidup dalam ketakutan akibat serangan berulang buaya tersebut.
Menurut keterangan seorang warga setempat bernama Salman, ia dan beberapa tetangga menemukan bangkai buaya saat hendak mengumpulkan kerikil di bantaran sungai. “Ada orang yang ingin ambil kerikil, tiba‑tiba melihat buaya, lalu kami tarik ke pinggir sungai,” ujar Salman. Ia menambahkan bahwa buaya tersebut diduga mati setelah memakan umpan yang dipasang dengan racun di tepi sungai. “Saya pasang empat umpan beracun, satu yang dimakan,” jelasnya, menegaskan bahwa buaya itu adalah buaya yang sebelumnya menyerang warga.
Serangan pertama yang memicu keresahan terjadi pada Kamis, 23 April 2026, ketika seorang pria bernama Muhlis (50 tahun) tewas diterkam buaya saat sedang mandi di Sungai Mandar. Lurah Tinambung, Ali Sadikin, melaporkan luka gigitan pada leher dan dada korban. Warga berbondong‑bondong membantu pencarian dan berhasil mengeluarkan korban dari cengkeraman buaya setelah dua jam pencarian yang melibatkan perahu nelayan setempat.
Keesokan harinya, pada Rabu, 29 April 2026, serangan serupa kembali terjadi di lokasi yang sama. Lansia bernama Mustari (72 tahun) hampir menjadi korban ketika ia hendak menyeberang sungai untuk memberi makan kerbau. Beruntung, Mustari berhasil melarikan diri ke tebing yang lebih tinggi setelah melihat buaya muncul di sampingnya.
Setelah serangkaian insiden tersebut, warga memutuskan mengambil langkah ekstrem. Salman mengaku memasang umpan beracun secara diam‑diam dengan harapan dapat melumpuhkan buaya yang dianggap sebagai sumber bahaya utama. Upaya ini ternyata berhasil menewaskan buaya betina yang menjadi target, meski tidak menutup kemungkinan masih ada buaya lain di wilayah tersebut, termasuk anak buaya berukuran sekitar satu meter yang masih berkeliaran.
Setelah bangkai buaya ditemukan, tim gabungan aparat daerah, termasuk Satpol PP dan Satlantas, melakukan evakuasi dan pemakaman sisa bangkai ke daratan. Rifai, salah satu anggota tim penegak hukum, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan pencarian dan penertiban satwa liar yang mengancam keamanan warga. “Kami akan memastikan wilayah sungai Mandar kembali aman bagi penduduk,” ujarnya.
Kasus buaya beracun ini menimbulkan perdebatan etis di antara para ahli biologi dan masyarakat setempat. Sebagian pihak menilai penggunaan racun sebagai tindakan yang berbahaya dan dapat menimbulkan dampak lingkungan yang tidak terduga. Namun, bagi warga yang hidup dalam ketakutan terus‑menerus, langkah tersebut dipandang sebagai upaya terakhir untuk melindungi diri dan keluarga.
Selain itu, pihak berwenang telah menginstruksikan pendataan seluruh populasi buaya di wilayah Polman. Upaya ini mencakup survei ekosistem sungai, pemetaan habitat, serta penyuluhan kepada masyarakat tentang cara aman berinteraksi dengan satwa liar. Diharapkan, dengan data yang akurat, strategi pengendalian dapat dilakukan tanpa harus mengandalkan racun berbahaya.
Sejauh ini, otoritas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai jenis racun yang digunakan dan potensi dampaknya terhadap ekosistem sungai. Warga diminta untuk melaporkan setiap kejadian buaya kembali muncul serta menghindari tindakan serupa di masa depan.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi daerah lain yang memiliki hubungan erat dengan habitat buaya. Penanganan yang tepat, kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat, menjadi kunci utama dalam mengatasi konflik manusia‑satwa secara berkelanjutan.
Dengan buaya betina yang kini telah mati, harapan warga Tinambung akan kembali pulih. Namun, tantangan tetap ada untuk memastikan tidak muncul kembali buaya lain yang mengancam keamanan warga, terutama anak buaya yang masih aktif di wilayah tersebut.
