IHSG Melemah: Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini 5/5 dan Proyeksi Pasar

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Analis memperkirakan indeks akan bergerak ke kisaran 6.645‑6.838, menandakan potensi koreksi meski sempat menembus level 7.057 pada sesi sebelumnya.

Data teknikal menunjukkan bahwa IHSG berada di zona wave [v] dari wave A pada struktur Elliott, menurut Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas. Ia menekankan bahwa meski ada peluang penguatan singkat menuju 7.143‑7.188, level support utama berada di 6.838‑6.745 dan resistance di 7.022‑7.240. Sementara Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan akan terbatas pada level support 6.950‑7.160.

Baca juga:

Berbeda perspektif, BNI Sekuritas mencatat bahwa IHSG berpotensi menguji resistance 7.100‑7.120. Jika gagal menembus zona tersebut, indeks dapat kembali turun mengingat nilai tukar rupiah mendekati Rp17.500 per dolar. Support jangka pendek diperkirakan berada di 6.950‑7.000.

Analisis Binaartha Sekuritas yang dipaparkan oleh Ivan Rosanova menambahkan bahwa IHSG masih dapat melanjutkan pelemahan ke rentang 6.727‑6.838. Namun, bila berhasil menembus resistance 7.126, indeks berpotensi melesat ke zona 7.277 bahkan 7.403.

Sentimen pasar global turut memberikan dampak. Wall Street menguat pada Selasa, 5 Mei 2026, didorong oleh penurunan harga minyak mentah (WTI turun 3,9% dan Brent turun 3,99%) serta data ekonomi AS yang stabil. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran juga menambah optimisme investor.

Baca juga:

Di sisi domestik, perdagangan Selasa mencatat net sell asing sebesar Rp317‑Rp318 miliar, meskipun IHSG berhasil rebound 1,22% menjadi 7.057,10. Saham-saham blue chip seperti TPIA, UNVR, dan BBRI menjadi kontributor utama kenaikan, sementara saham seperti ASII dan DSSA mengalami penurunan.

Rekomendasi Saham Pilihan

Emiten Ticker Rekomendasi Target Harga (Rp) Stop Loss (Rp)
PT Barito Pacific Tbk BRPT Buy 9.500‑10.200 8.900
PT Indika Energy Tbk INDY Buy 2.850‑3.050 2.600
PT Bank Negara Indonesia Tbk BBNI Buy 8.700‑9.200 8.300
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk ADMR Buy on Weakness 5.400‑5.800 5.100
PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDF Buy 9.900‑10.500 9.400
PT United Tractors Tbk UNTR Buy 9.300‑9.800 8.900
PT Rukun Raharja Tbk RAJA Buy 4.670‑5.025 4.100
PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk PADI Buy 130‑139 115
PT Gozco Plantations Tbk GZCO Buy 234‑242 220

Rekomendasi tersebut mencerminkan pandangan beragam lembaga riset. MNC Sekuritas menyoroti ADMR sebagai saham yang dapat dibeli pada saat melemah, sementara Pilarmas menekankan potensi BRPT, INDY, dan BBNI. BNI Sekuritas menyoroti level support‑resistance yang ketat, dan BRI Danareksa menambahkan saham RAJA, PADI, serta GZCO sebagai pilihan utama di sektor infrastruktur, agribisnis, dan perkebunan.

Baca juga:

Investor disarankan untuk memperhatikan volume perdagangan, pola candlestick, serta indikator momentum seperti RSI dan MACD sebelum mengeksekusi order. Mengingat volatilitas yang mungkin muncul akibat aksi jual asing dan pergerakan nilai tukar, manajemen risiko melalui penempatan stop loss pada level yang telah disebutkan menjadi langkah bijak.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG menunjukkan potensi koreksi ke kisaran 6.645‑6.838, masih terdapat peluang bagi saham-saham berkualitas dengan fundamental kuat untuk memberikan imbal hasil positif. Pemantauan berita ekonomi global, kebijakan moneter, serta data domestik seperti pertumbuhan GDP Q1 2026 (5,61%) akan menjadi faktor penentu arah pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan.

Investor yang menginginkan eksposur pada sektor-sektor defensif dapat mempertimbangkan BBNI, INDF, dan UNTR, sedangkan yang mencari pertumbuhan dapat menilik ADMR, RAJA, dan PADI. Tetap waspada terhadap sentimen pasar dan gunakan strategi diversifikasi untuk mengurangi risiko dalam kondisi IHSG melemah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *