PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia menegaskan kembali posisi kuat Presiden Prabowo Subianto dalam benak pemilih. Dalam simulasi “top of mind” yang mengukur kandidat pertama yang terlintas tanpa bantuan pertanyaan nama, 32,9 persen responden secara spontan menyebut Prabowo sebagai calon presiden pilihan mereka. Angka ini menempatkan Prabowo sebagai kandidat teratas, mengungguli tokoh‑tokoh lain yang juga masuk dalam jajaran potensial.
Di belakang Prabowo, Dedi Mulyadi muncul sebagai nama yang paling mendekati, memperoleh 13,5 persen dukungan spontan. Anies Baswedan, yang sempat menjadi rival utama pada Pilpres 2024, kini berada di posisi ketiga dengan 9,2 persen. Sisa responden terbagi antara kandidat lain yang masing‑masing berada di bawah lima persen dan 28,8 persen pemilih yang masih belum menentukan pilihan (undecided voters).
Metode “top of mind” dipilih Polpol untuk menangkap impresi pertama yang muncul di otak pemilih ketika mendengar istilah “calon presiden” tanpa menyebutkan nama secara eksplisit. Peneliti utama Poltracking, Masduri Amrawi, menegaskan bahwa hasil ini mencerminkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang berada di atas 70 persen, menambah bobot legitimasi bagi pemerintahan yang sedang berjalan.
Sementara itu, survei terpisah yang dirilis oleh Cyrus Network pada hari yang sama menyoroti kepuasan publik terhadap kinerja kabinet yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Sebanyak 70 persen responden menyatakan puas atau sangat puas dengan performa menteri-menteri dalam Kabinet Merah Putih. Rinciannya, 67,3 persen menyatakan puas dan 2,7 persen sangat puas, sementara 24 persen mengaku tidak puas.
Survei Cyrus Network juga mengidentifikasi lima kementerian dengan skor kinerja tertinggi, yaitu Kementerian Keuangan (89,2 %), Kementerian Kesehatan (86,8 %), Sekretariat Kabinet (86,3 %), Kementerian Pertanian (86,1 %), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (86 %). Pada tingkat kementerian koordinator, Kemenko PMK (Pembangunan Manusia) mencatat skor tertinggi sebesar 80,3 %, diikuti Kemenko Pangan (80,1 %) dan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (79,5 %).
Berikut ringkasan data utama dari kedua survei:
| Aspek | Persentase |
|---|---|
| Prabowo Subianto (Top of Mind) | 32,9 % |
| Dedi Mulyadi (Top of Mind) | 13,5 % |
| Anies Baswedan (Top of Mind) | 9,2 % |
| Pemilih belum menentukan pilihan | 28,8 % |
| Kepuasan publik terhadap kabinet (puas/sangat puas) | 70 % |
| Kementerian Keuangan (kinerja terbaik) | 89,2 % |
| Kementerian Kesehatan | 86,8 % |
Data tersebut mengindikasikan bahwa popularitas Prabowo tidak hanya berlandaskan nama pribadi, melainkan juga didukung oleh persepsi positif terhadap pencapaian kebijakan pemerintah. Kinerja kementerian keuangan yang tinggi, misalnya, menambah kepercayaan publik terhadap stabilitas ekonomi, sedangkan Kementerian Kesehatan yang unggul menegaskan komitmen pada layanan publik di tengah tantangan kesehatan pasca‑pandemi.
Namun, persentase pemilih yang masih ragu (28,8 %) menunjukkan adanya ruang gerak signifikan bagi kandidat lain. Dedi Mulyadi, yang kini berada di posisi kedua, memiliki peluang untuk memperluas basis dukungan jika mampu menampilkan agenda yang menarik bagi pemilih belum menentukan. Sementara Anies Baswedan, yang turun ke posisi ketiga, perlu mengkaji kembali strategi kampanyenya untuk mengembalikan momentum.
Pengamat politik menilai bahwa dinamika ini mencerminkan fase transisi dalam lanskap politik Indonesia menjelang pemilihan presiden berikutnya. Kekuatan “top of mind” Prabowo mengindikasikan keberhasilan pemerintah dalam menginternalisasi kebijakan ke dalam persepsi publik, namun tantangan tetap ada di sektor‑sektor yang belum terjangkau secara optimal.
Secara keseluruhan, hasil survei Poltracking dan Cyrus Network memberikan gambaran komprehensif tentang sentimen pemilih: dukungan kuat terhadap pemimpin incumbent, kepuasan menengah‑tinggi terhadap kinerja kabinet, serta potensi perubahan signifikan dari kandidat yang masih berada di luar jajaran teratas. Keputusan pemilih pada pemilihan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana masing‑masing kandidat mampu mengatasi tantangan kebijakan dan menggaet pemilih belum menentukan.
