Mengenal Al Ain: Kota Seni, Energi Bersih, dan Penyakit Ain

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Mei 2026 | Al Ain, sebuah kota di Uni Emirat Arab, telah menjadi sorotan karena keindahan alamnya, kemajuan seni, dan upaya menuju energi bersih. Salah satu tokoh yang memperkenalkan Al Ain ke kancah internasional adalah Hashel Al Lamki, seorang seniman Emirati yang telah mengharumkan nama Al Ain melalui karyanya.

Hashel Al Lamki, yang lahir dan dibesarkan di Al Ain, telah menunjukkan bakat seninya sejak usia dini. Ia memulai perjalanan seninya dengan mengikuti kelas seni di sekolah dan kemudian melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Karya-karyanya yang indah dan penuh makna telah mendapatkan pengakuan internasional dan kini menjadi bagian dari koleksi museum dan galeri seni ternama.

Baca juga:

Selain keindahan alam dan seni, Al Ain juga dikenal sebagai kota yang peduli dengan lingkungan. Mediclinic, sebuah rumah sakit terkemuka di Al Ain, telah menjalin kemitraan dengan Emirates Water and Electricity Company (EWEC) untuk menggunakan energi bersih dalam operasionalnya. Kemitraan ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga membantu mencapai tujuan keberlanjutan.

Namun, di balik kemajuan dan keindahan Al Ain, terdapat juga fenomena yang kurang diketahui, yaitu penyakit ain. Penyakit ain adalah sebuah kepercayaan bahwa pandangan mata dapat menyebabkan kerusakan atau musibah pada orang atau benda yang dilihat. Penyakit ini dipercaya dapat dicegah dengan mengucapkan doa atau berlindung kepada Allah SWT.

Untuk mencegah penyakit ain, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti mengucapkan doa sebelum melihat sesuatu yang indah, tidak memandang dengan iri atau dengki, dan selalu berlindung kepada Allah SWT. Dengan memahami dan mencegah penyakit ain, kita dapat menjaga diri dan orang lain dari kemungkinan bahaya yang tidak terlihat.

Baca juga:

Dalam kesimpulan, Al Ain adalah sebuah kota yang menawarkan keindahan alam, kemajuan seni, dan upaya menuju energi bersih. Namun, di balik kemajuan tersebut, terdapat juga fenomena penyakit ain yang perlu dipahami dan dicegah. Dengan memahami dan menghargai keindahan dan keunikan Al Ain, kita dapat menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kepercayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *