Gus Salam Minta Restu Menag, Siapkan Langkah Strategis Jadi Ketua Umum PBNU

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 April 2026 | KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, mengunjungi Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, pada Senin 13 April 2026 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan langkah strategis menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Gus Salam menyampaikan rasa hormatnya kepada Menag yang telah mengabdi lebih dari empat dekade di organisasi Nahdlatul Ulama, termasuk peran pentingnya sebagai Rais PBNU.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam menekankan pentingnya dialog antar‑generasi dan mengajak Menag untuk memberikan restu serta izin resmi agar ia dapat menjalin silaturahmi dengan pimpinan PWNU dan PCNU yang sebagian besar merupakan ASN di bawah naungan Kemenag. “Saya diminta oleh para guru‑kiai untuk berikhtiar mendapatkan kepercayaan pengurus PW‑PCNU sebagai calon Ketua Umum PBNU,” ujarnya, menegaskan tekadnya untuk memperoleh dukungan luas.

Baca juga:

Menag Nasaruddin menanggapi dengan menekankan keprihatinan mendalam atas kondisi internal PBNU yang, menurutnya, belum pernah terjadi sejak berdirinya Nahdlatul Ulama. Ia menekankan perlunya rekonsiliasi, mengesampingkan ego personal dan kepentingan kelompok, serta memulihkan hubungan harmonis antara petinggi, pengurus, dan kader NU.

Harapan Menag dirangkum dalam beberapa poin utama:

Baca juga:
  • Rekonsiliasi internal demi mengembalikan marwah dan wibawa NU.
  • Pelaksanaan Muktamar ke-35 secara sehat, terbuka, dan beretika.
  • Pemilihan pemimpin yang jujur, amanah, luwes, dan berintegritas.
  • Pembukaan ruang seluas‑luasnya bagi kader berkapabilitas tinggi untuk meraih kepercayaan Nahdliyyin.

Gus Salam menambahkan bahwa Menag juga memantau persiapan Muktamar ke-35, mengingat pentingnya proses pergantian kepemimpinan yang transparan. Ia berharap agar proses tersebut tidak hanya menjadi ajang politik internal, melainkan cermin nilai demokrasi dan etika organisasi yang dijunjung tinggi oleh NU.

Selain meminta izin untuk berhubungan dengan pimpinan wilayah NU, Gus Salam juga mengajukan permohonan restu secara resmi kepada Menag. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil atas perintah para guru‑kiai dan sebagai wujud tanggung jawab moral untuk mengembalikan stabilitas serta kebersamaan dalam organisasi.

Baca juga:

Silaturahmi ini mencerminkan tradisi kuat NU dalam menjalin hubungan antara tokoh agama, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Dengan dukungan Menag, Gus Salam berharap dapat menggalang dukungan luas, khususnya di kalangan ASN‑Kemenag yang sekaligus menjadi ujung tombak implementasi kebijakan keagamaan di tingkat daerah.

Secara keseluruhan, pertemuan antara Gus Salam dan Menag Nasaruddin menegaskan pentingnya dialog, rekonsiliasi, dan persiapan matang menjelang Muktamar ke-35. Jika Gus Salam berhasil memperoleh restu dan dukungan yang cukup, kemungkinan besar ia akan menjadi kandidat kuat dalam kompetisi kepemimpinan PBNU, membawa harapan baru bagi organisasi yang tengah mengalami dinamika internal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *