PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Mei 2026 | Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya menyebar melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Virus ini dapat memicu gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal manusia. Penyakit langka ini dilaporkan menyebabkan beberapa korban meninggal dunia dan memicu kewaspadaan internasional.
Baru-baru ini, wabah hantavirus terjadi di kapal pesiar MV Hondius, yang menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi adanya enam kasus hantavirus di kapal tersebut, dengan satu kematian yang telah dikonfirmasi.
Penularan hantavirus paling sering terjadi akibat paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus. Seseorang dapat tertular saat menghirup partikel virus di udara, terutama ketika membersihkan ruangan tertutup yang lama tidak digunakan.
Beberapa jenis tikus yang diketahui menjadi pembawa hantavirus antara lain tikus rusa, tikus padi, tikus kapas, dan tikus kaki putih. Meski sebagian besar kasus tidak menular antar manusia, jenis Andes virus yang ditemukan di Amerika Selatan diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kontak sangat dekat.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI telah mencatat 23 kasus hantavirus dalam tiga tahun terakhir, dengan tiga pasien meninggal dunia. Namun, jenis virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius.
Untuk mencegah penularan hantavirus, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hantavirus dan cara pencegahannya.
Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai negara telah berpacu dengan waktu untuk melacak puluhan orang yang turun dari kapal pesiar MV Hondius sebelum wabah hantavirus terdeteksi. Mereka juga berusaha untuk mengidentifikasi siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan mereka setelahnya.
WHO telah berkomunikasi dengan para pejabat dari sedikitnya 12 negara dalam memantau warga mereka yang berada di dalam kapal tersebut atau yang telah kembali ke negara asal. Negara-negara tersebut mencakup Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menimbulkan kewaspadaan internasional dan memicu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hantavirus. Penting untuk terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penularan virus ini.
Dalam kesimpulan, hantavirus merupakan penyakit langka yang dapat memicu gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal manusia. Penularan hantavirus paling sering terjadi akibat paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
