PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Mei 2026 | Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam ketahanan energi, bahkan melampaui negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dunia dalam hal ketahanan energi.
Purbaya menuturkan pengalamannya saat menemui investor global di Amerika Serikat, di mana ia ditanyakan tentang kondisi ekonomi Indonesia di tengah konflik AS dan Iran. Ia menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia justru sedang membaik dan meminta investor untuk tidak takut berinvestasi di Indonesia.
Sebagai alternatif pendanaan, Pemerintah Indonesia menjajaki peluang investasi dari Tiongkok dengan bunga rendah. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pembiayaan nasional. Kementerian Keuangan juga memastikan bahwa kepercayaan investor tetap tinggi seiring realisasi pembiayaan APBN Maret 2026 yang mencapai angka 257,4 triliun rupiah.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) melakukan pertemuan dengan Departemen Energi AS untuk membahas penguatan pasokan energi dan infrastruktur strategis. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto pascakunjungan kerja ke Amerika Serikat pada Februari 2026.
Pertamina dan DOE membahas penguatan kerja sama perdagangan energi, keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi migas, hingga peluang kolaborasi pengembangan migas nonkonvensional antara kedua negara. Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan bahwa AS merupakan salah satu mitra strategis Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan konsumsi energi tercepat di kawasan Asia Pasifik, sehingga membutuhkan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Pertamina terus memperkuat kemitraan strategis dengan AS untuk mendukung keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sektor energi nasional.
AS menjadi salah satu pemasok energi utama bagi Pertamina, dengan lebih dari 70 persen impor LPG Indonesia berasal dari AS. Pertamina juga mendorong penguatan kerja sama jangka panjang melalui skema long-term contract (LTC) dengan produsen dan eksportir energi asal AS.
Dalam pertemuan tersebut, Pertamina dan DOE juga membahas peluang knowledge sharing terkait pengelolaan Strategic Petroleum Reserve (SPR) dan pengembangan infrastruktur penyimpanan energi guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mengantisipasi potensi gangguan pasokan global.
Kesimpulan dari pertemuan ini menunjukkan bahwa Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam ketahanan energi dan siap untuk bekerja sama dengan negara-negara lain untuk meningkatkan kapasitas sektor energi nasional.
