Rekrutmen Dosen Telkom University 2026: Pendidikan dan Ketahanan Siber di Era Digital

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Mei 2026 | Universitas Telkom kembali membuka kesempatan bagi para akademisi dan praktisi unggul untuk bergabung sebagai tenaga pengajar tetap melalui program Rekrutmen Dosen Akademisi Tahun 2026. Lowongan ini terbuka untuk berbagai posisi di empat lokasi kampus utama, yakni Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto. Pendaftaran dilakukan melalui tel-u.ac.id/rekrutdosen2026 dan akan ditutup pada 31 Mei 2026.

Menurut informasi resmi dari laman Direktorat SDM Telkom University, rekrutmen kali ini tidak hanya menyasar lulusan magister (S2) atau doktoral (S3), tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi akhir S3. Telkom University membagi kategori pelamar ke dalam dua jalur utama: Dosen Full Time dan On Going S3.

Baca juga:

Calon pelamar wajib memenuhi kualifikasi akademik dan administratif sebagai berikut: Terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA), memiliki ijazah S1, S2, dan S3 yang linier dengan program studi tujuan, minimal IPK adalah 3,00 dengan akreditasi program studi asal minimal “UNGGUL”, memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal TOEFL PBT/EPrT 500, TOEFL CBT 173, TOEFL iBT 59, IELTS 6, AcEPT 268, tidak sedang terikat ikatan dinas dengan instansi atau institusi lain, dan bersedia diregistrasikan sebagai dosen Universitas Telkom dan memiliki Surat Pernyataan Kepesertaan BPJS.

Pelamar wajib menyiapkan dokumen dalam bentuk pindaian (scan) untuk diunggah pada portal pendaftaran. Sementara itu, di bidang pendidikan, pemerintah akan mengadakan seleksi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) mengingat pada tahun 2027 sudah tidak ada lagi istilah guru honorer. Seleksi tersebut akan dilakukan secara adil dan berpihak pada kepentingan guru.

Baca juga:

Di sisi lain, implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi atau UU PDP juga mendorong korporasi memperkuat kemampuan monitoring dan respons ketahanan siber secara real-time. Indonesia tengah memasuki fase baru ekonomi digital, namun pertumbuhannya harus diiringi dengan ketahanan siber yang memadai. Cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tapi pondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis.

Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, menegaskan bahwa Indonesia sedang memasuki fase baru ekonomi digital, namun pertumbuhannya harus diiringi dengan ketahanan siber yang memadai. Sementara itu, Deputy Head of Master IT Program, Swiss German University, Charles Lim, menambahkan bahwa korporasi perlu beralih dari pendekatan yang reaktif menuju cyber resilience yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Baca juga:

Dalam menghadapi tantangan keamanan siber, korporasi harus memperkuat kemampuan monitoring dan respons ketahanan siber secara real-time. Dengan demikian, korporasi dapat memastikan keamanan data dan informasi, serta meminimalkan risiko kebocoran data yang dapat berdampak pada kepercayaan dan keberlangsungan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *