Bahlil: Ekspor Listrik ke Singapura Belum Jalan, Royalti Tambang Ditunda

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana ekspor listrik ke Singapura belum berjalan karena kedua negara masih bernegosiasi soal harga yang dianggap adil. Bahlil menegaskan perlunya kajian mendalam agar kesepakatan ekspor listrik bersifat win-win, mencontoh kerja sama impor listrik Indonesia-Malaysia yang dinilai saling menguntungkan.

Pemerintah Indonesia dan Singapura telah menandatangani tiga MoU pada Juni 2025, termasuk rencana ekspor listrik EBT dari wilayah Riau menuju Singapura. Namun, hingga saat ini, kesepakatan harga masih menjadi hambatan.

Baca juga:

Di sisi lain, Bahlil juga mengumumkan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan final terkait rencana perubahan skema royalti tambang. Menurut dia, wacana yang belakangan ramai dibahas masih sebatas tahap uji publik dan sosialisasi kepada pelaku usaha.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah masih menampung masukan dari pelaku usaha dan belum menemukan skema yang ideal. Ia juga menyatakan bahwa perlu kajian lebih dalam untuk menemukan kesepakatan atas rencana tersebut.

Baca juga:

Selain itu, Bahlil juga menawarkan diri menjadi lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan minyak untuk wilayah Asia Tenggara. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penyimpanan minyak di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kesimpulan, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah masih terus berusaha untuk menemukan kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan dalam rencana ekspor listrik ke Singapura dan perubahan skema royalti tambang. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penyimpanan minyak di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *