Hantavirus: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 Mei 2026 | Hantavirus merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dan droplet. Penyakit ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi fatal.

Baru-baru ini, sebuah kasus hantavirus dilaporkan terjadi di sebuah kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Eropa. Dua orang penumpang yang menunjukkan gejala ringan telah dipindahkan dari Emory University Hospital ke National Quarantine Unit di Nebraska untuk menjalani pengawasan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga:

Menurut dr. Riris Andono Ahmad MPH, PhD, strain Andes yang dominan di Amerika Selatan berbeda dengan hantavirus pada umumnya. Virus ini menyebabkan HPS yang berpotensi fatal dan dapat menular antarmanusia melalui droplet.

Penularan antarmanusia pada strain Andes memerlukan kontak erat dalam waktu yang lama. Inilah alasan mengapa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko pandemi global dari wabah kapal pesiar ini masih tergolong rendah.

Baca juga:

Hantavirus terbagi dalam dua sindrom utama yang berbeda secara geografis dan gejala, yaitu HPS dan HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome). Keduanya memiliki gejala yang berbeda dan reservoir atau jenis tikus yang berbeda pula.

Salah satu tantangan dalam menghadapi hantavirus adalah gejalanya yang sering menyerupai penyakit infeksi tropis lainnya, seperti demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, malaria, hingga sepsis. Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus cermat melakukan diagnosis banding.

Baca juga:

Langkah pencegahan yang disarankan meliputi edukasi masyarakat tentang ancaman penyakit zoonosis, pencegahan kontak dengan tikus, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya sanitasi yang baik.

Dalam beberapa minggu mendatang, para penumpang yang terkena hantavirus akan menjalani pengawasan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada gejala yang muncul. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap waspada dan meningkatkan kesadaran akan ancaman penyakit zoonosis yang sewaktu-waktu dapat muncul kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *