Harga Pangan Melonjak, Pemprov Kepri Intensifkan Pemantauan Menjelang Idul Adha 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 Mei 2026 | Menjelang Idul Adha 2026, Pemprov Kepri meningkatkan pemantauan harga pangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terjaga. Hal ini dilakukan melalui Pemantauan Harga Pangan Kepri.

Langkah ini diambil karena harga pangan di Indonesia masih tergolong tinggi, meskipun produksi dan stok melimpah. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras dan minyak goreng tidak masuk akal jika melihat posisi Indonesia sebagai produsen besar dunia.

Baca juga:

Pemerintah mulai terang-terangan menuding praktik mafia pangan sebagai penyebab harga bahan pokok tetap tinggi meski produksi dan stok melimpah. Kondisi ini dinilai menjadi anomali yang menunjukkan persoalan pangan nasional bukan lagi semata produksi, melainkan tata niaga dan distribusi yang dikuasai segelintir pelaku besar.

Sementara itu, harga cabai rawit merah masih berada di Rp 80.600 per kilogram, harga cabai merah besar mencapai Rp 39.450 per kilogram, cabai merah keriting Rp 42.900 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp 38.950 per kilogram. Harga bawang merah di harga Rp 41.100 per kilogram, bawang putih di harga Rp 43.250 per kilogram.

Baca juga:

Persoalan utama berada pada rantai distribusi pangan nasional yang panjang dan tidak efisien. Tingginya harga pangan di level konsumen tetapi tidak dinikmati petani menunjukkan adanya masalah serius pada rantai distribusi pangan nasional.

Inflasi pangan pun masih menjadi sumber utama tekanan biaya hidup rumah tangga. Kelompok volatile food pada 2025 masih banyak dipengaruhi harga beras, cabai, bawang, dan ayam ras yang sangat sensitif terhadap gangguan distribusi.

Baca juga:

Kesimpulan dari kondisi ini adalah bahwa pemerintah perlu meningkatkan pemantauan harga pangan dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki rantai distribusi pangan nasional. Dengan demikian, harga pangan dapat stabil dan petani dapat menikmati keuntungan yang adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *