Joko Anwar Kritik Korupsi dan Ketidakadilan Lewat Pameran Macabre Art Ghost in The Cell

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Mei 2026 | Joko Anwar, seorang sutradara film Indonesia, baru-baru ini menggelar pameran instalasi seni bertajuk ‘Macabre Art Installation: Ghost in The Cell‘ di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan. Pameran ini tidak hanya sekedar promosi film terbarunya, melainkan juga merupakan kritik terhadap berbagai isu sistemik yang sedang mengimpit masyarakat Indonesia saat ini.

Menurut Joko Anwar, obyek-obyek seni yang dibawa dari semesta film horor-komedi terbarunya, Ghost in The Cell, merupakan personifikasi dari keresahannya terhadap kondisi hukum dan eksploitasi alam. Tujuan utama Joko Anwar memindahkan macabre art dari layar bioskop ke ruang publik adalah agar pengunjung dapat berhadapan langsung dengan isu-isu yang dianggapnya sudah mencapai titik genting.

Baca juga:

Selain isu ekologis, Joko Anwar juga menyoroti penegakan hukum di tanah air yang ia nilai sering kali tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Ia mengungkapkan bahwa hukum di Indonesia tidak berpihak kepada rakyat dan ketidakadilan serta kekerasan sistemik ini sudah dirasakan bertahun-tahun.

Salah satu instalasi yang dipajang adalah ‘The Fan’, sebuah karya yang menggambarkan tubuh karakter Endy dalam film yang diubah menjadi baling-baling kipas angin. Bagi Joko, ini adalah simbol dari kegagalan fungsi negara dalam memberikan perlindungan. Ia menjelaskan bahwa kipas angin seharusnya memberikan kesejukan dan kepastian hidup kepada rakyat, tapi di sini, sistem justru menyebarkan bau tidak sedap.

Baca juga:

Melalui pameran ini, Joko Anwar ingin mengajak publik tidak lagi sekedar menjadi penonton sebuah cerita fiksi, melainkan saksi sekaligus penuntut perubahan atas realitas sosial yang terjadi. Pameran ini merupakan kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan ilustrator, ahli prostetik, hingga penata rias kenamaan Indonesia.

Pameran ‘Macabre Art Installation: Ghost in The Cell’ berlangsung mulai tanggal 16 hingga 22 Mei 2026 dan berlokasi di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan. Pameran ini dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB tanpa dipungut biaya alias gratis.

Baca juga:

Kesimpulan dari pameran ini adalah bahwa Joko Anwar ingin menyampaikan kritik sosial yang tajam melalui karya seni yang menggugah. Ia ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu-isu yang terjadi di sekitar mereka dan menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *