PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Pada sesi pertama perdagangan Senin, 13 April 2026, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil di tengah pergeseran indeks utama. Meskipun harga pembukaan tercatat turun empat poin menjadi Rp242 per lembar, saham tersebut berhasil berbalik arah pada pukul 10.18 WIB dengan kenaikan 0,81%, menembus level tertinggi harian di Rp248 dan mencatat level terendah di Rp240.
Data dari RTI mencatat total frekuensi perdagangan mencapai 22.291 kali dengan volume 8.022.101 lembar, menghasilkan nilai transaksi harian sekitar Rp195,8 miliar. Selama lima hari terakhir, harga BUMI naik 1,65% dan menguat tajam sebesar 16,19% dalam sebulan terakhir, menandakan momentum positif yang menarik perhatian pelaku pasar.
Pergerakan saham BUMI tidak lepas dari dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada hari itu berbalik arah menghijau, naik tipis 0,01% ke level 7.459 setelah dibuka melemah di 7.410,08. Secara keseluruhan, IHSG mencatat kenaikan tipis pada pekan ini, didorong oleh sektor energi (+1,05%), basic materials (+1,22%), dan industri (+1,19%). Sektor consumer non-siklikal (+0,25%) serta sektor teknologi (+0,42%) juga memberikan kontribusi positif, sementara sektor kesehatan dan keuangan masing-masing turun 0,57%.
Investor asing kembali menunjukkan minat kuat terhadap saham BUMI. Sejumlah laporan pasar menunjukkan bahwa BUMI termasuk dalam daftar saham yang diburu oleh investor luar negeri pada hari tersebut, bersamaan dengan saham-saham seperti PTRO, BRPT, dan ENRG. Kembalinya aliran dana asing ke BUMI dipicu oleh prospek kenaikan harga komoditas mineral serta strategi ekspansi perusahaan yang dinilai potensial.
Berikut rangkuman statistik kunci perdagangan BUMI pada tanggal 13 April 2026:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Harga pembukaan | Rp242 |
| Harga tertinggi | Rp248 |
| Harga terendah | Rp240 |
| Frekuensi perdagangan | 22.291 kali |
| Volume perdagangan | 8.022.101 lembar |
| Nilai transaksi | Rp195,8 miliar |
| Kenaikan 5 hari terakhir | +1,65% |
| Kenaikan 1 bulan terakhir | +16,19% |
Selain data kuantitatif, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh faktor fundamental perusahaan. Laporan keuangan terakhir mengindikasikan laba bersih PT Bumi Resources Tbk pada tahun buku 2025 mengalami peningkatan signifikan, didorong oleh penjualan batu bara dan mineral lainnya yang mencapai total pendapatan lebih dari Rp30 triliun. Peningkatan profitabilitas ini memperkuat keyakinan investor bahwa BUMI berada pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.
Namun, tidak semua sektor menunjukkan tren positif. Sektor keuangan dan kesehatan mengalami tekanan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter global dan fluktuasi nilai tukar. Dolar AS tetap berada di kisaran Rp17.112 per dolar, yang dapat memengaruhi biaya operasional perusahaan tambang yang banyak menggunakan peralatan impor.
Secara keseluruhan, pergerakan BUMI pada hari Senin mencerminkan kombinasi antara faktor teknikal, sentimen asing, dan fundamental perusahaan yang kuat. Jika tren penguatan IHSG berlanjut dan dukungan dari sektor energi serta basic materials tetap stabil, peluang bagi BUMI untuk melanjutkan kenaikan harga menjadi semakin besar.
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga komoditas global, kebijakan pemerintah terkait sektor pertambangan, serta aliran dana asing yang dapat memperkuat atau menurunkan likuiditas saham BUMI di pasar domestik.
