PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 menyajikan drama tak terduga di panggung final. Tim nasional Korea Selatan menutup kompetisi dengan tiga gelar, menegaskan dominasinya dalam ajang bergengsi ini. Sementara itu, fenomena baru muncul dari China: Shi Yu Qi, pemain muda yang menjadi sorotan setelah melontarkan pakaian dan raketnya dalam euforia kemenangan.
Di babak tunggal putra, Korea Selatan mengukir kemenangan gemilang melalui Lee Min-ho yang mengalahkan unggulan nomor satu, Hiroshi Tanaka dari Jepang, dengan skor 21‑15, 21‑18. Penampilan Lee menampilkan kombinasi kecepatan serangan dan pertahanan yang sulit dipatahkan, membuat Tanaka kehilangan ritme sejak set pertama. Kemenangan ini menandai titik balik turnamen, karena unggulan yang diharapkan menjadi juara terpaksa terjungkal oleh penakluk tak terduga.
Di kategori tunggal putri, kejutan lebih besar terjadi. Shi Yu Qi, yang memasuki turnamen sebagai pemain bertaraf 15, menaklukkan juara bertahan, Siti Nurhaliza (Indonesia), dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga tiga set (21‑19, 18‑21, 21‑14). Momen paling berkesan datang ketika Shi, setelah mengamankan gelar, melemparkan baju timnya ke tribun penonton, lalu melontarkan raketnya ke udara dengan gaya yang mengundang tawa sekaligus keheranan. Aksi tersebut menjadi viral dalam hitungan menit, menambah warna baru pada tradisi selebrasi bulu tangkis yang biasanya lebih tenang.
Keberhasilan Korea Selatan tidak terbatas pada tunggal. Pasangan ganda campuran, Kim Ji-won dan Park Sang-woo, menutup daftar pemenang dengan mengalahkan duo Thailand, Ploywan dan Niran, dengan skor meyakinkan 21‑12, 21‑10. Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Korea Selatan yang mampu berkompetisi di semua disiplin.
Turnamen ini juga menampilkan sejumlah kejutan lain. Unggulan nomor dua, Wang Meng dari China, tersingkir pada perempat final oleh pemain Korea Selatan, Lee Min-ho, yang kemudian melaju ke final. Sementara itu, tim Jepang gagal meraih satu gelar pun, meski mengirimkan beberapa pemain berpotensi ke semifinal.
Selain aksi di lapangan, turnamen ini menjadi sorotan media sosial. Video Shi Yu Qi yang melemparkan baju dan raketnya mengumpulkan lebih dari tiga juta tampilan di platform TikTok dan Instagram dalam 24 jam pertama. Beberapa pengamat menilai aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi kebebasan generasi baru, namun ada pula yang mengkritik karena dianggap kurang sportif.
Panitia Kejuaraan Asia 2026 menanggapi insiden tersebut dengan pernyataan resmi: “Kami menghargai semangat juara, namun tetap mengingatkan semua atlet untuk menjaga etika dan kebersihan lapangan. Tindakan yang tidak sesuai akan dipertimbangkan pada edisi selanjutnya.”
Secara keseluruhan, Kejuaraan Asia 2026 mencatat rekor partisipasi dengan 28 negara mengirimkan delegasi, total 120 atlet, serta penonton live yang mencapai 45.000 orang di arena utama di Bangkok. Keberhasilan Korea Selatan meraih tiga gelar sekaligus menegaskan posisi negara tersebut sebagai kekuatan utama dalam bulu tangkis Asia, sementara aksi Shi Yu Qi menambah cerita menarik bagi generasi penggemar yang selalu menantikan momen tak terduga.
Dengan hasil akhir yang memukau dan kisah selebrasi yang kontroversial, turnamen ini diprediksi akan menjadi referensi penting dalam sejarah bulu tangkis Asia. Para pemain dan pelatih kini mengalihkan fokus pada persiapan Piala Dunia 2026, menanti tantangan berikutnya di panggung global.
