Mentalitas “Kill the Game” Pertamina Enduro Mengguncang Proliga 2026, Megawati: “Kita Bingung Sendiri”

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Pada laga penentuan Final Four Proliga 2026 di GOR Sritex Arena, Solo, Jakarta Pertamina Enduro menegaskan kembali tekadnya dengan mengalahkan rival berat, Jakarta Electric PLN Mobile, melalui lima set menegangkan (25-22, 25-22, 21-25, 18-25, 15-8). Kemenangan ini tidak hanya membawa tim ke satu kemenangan lagi yang diperlukan untuk mengamankan tiket ke Grand Final, tetapi juga menyoroti mentalitas baru yang dijuluki “Kill the Game” oleh pelatih kepala dan para pemain senior.

Menurut manajer tim, Widi Triyoso, serangkaian evaluasi yang dilakukan selama minggu-minggu terakhir terbukti efektif. “Evaluasi-evaluasi yang kami lakukan sebelumnya berjalan dengan baik,” ujar Widi dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa fokus utama terletak pada sinergi antara setter Tisya Amallya dengan penyerang utama, yakni Irina Voronkova, Megawati Hangesti Pertiwi, dan Wilma Salas. Kombinasi ini berhasil memecah pertahanan Electric PLN sejak set pertama.

Baca juga:

Serangan agresif Pertamina Enduro langsung terbukti pada set pertama, di mana Voronkova membuka serangan cepat yang memaksa Electric PLN tertekan. Hasilnya, Enduro merebut set pertama dengan skor 25-22. Set kedua berlanjut dengan dominasi serupa; tim menancapkan keunggulan 4-0 pada awal set berkat serangan berulang Voronkova, lalu menutup dengan 25-22. Meskipun tertinggal dua set, Electric PLN bangkit dengan semangat baru di set ketiga dan keempat, memanfaatkan keleluasaan permainan Neriman Ozsoy untuk merebut masing‑masing set 25-21 dan 25-18.

Set kelima menjadi arena pertarungan mentalitas “Kill the Game”. Pada saat skor 6-6, Pertamina Enduro menampilkan serangan bertubi‑tubi, terutama melalui Voronkova yang menutup pertandingan dengan skor 15-8. Megawati, yang menjadi sorotan media setelah mengaku “kita bingung sendiri” mengenai kekalahan berulang di set ketiga, mengakui bahwa kelengahan menjadi faktor utama. “Kami lengah. Apa yang dijalankan saat set pertama dan kedua tidak kami jalankan di set ketiga,” kata Megawati dalam wawancara eksklusif.

Pengakuan ini memicu perbincangan luas di kalangan analis bahwa tim sedang mengadopsi mentalitas baru – menyingkirkan keraguan dan memfokuskan diri pada eksekusi taktis. “Kill the Game” bukan sekadar slogan, melainkan pendekatan yang menuntut pemain untuk mengeksekusi setiap bola dengan intensitas maksimum, meminimalkan kesalahan non‑teknis, dan menumbuhkan rasa percaya diri yang konsisten di seluruh set.

Baca juga:

Strategi ini didukung oleh struktur kepelatihan yang lengkap. Kepala pelatih Werry Prayogi menegaskan kesiapan tim dengan tim pendukung yang meliputi asisten pelatih, technical support, dan analis statistik. “Kami siap untuk all‑out di Grand Final,” tuturnya dengan keyakinan penuh. Sementara itu, pihak Electric PLN mengakui tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal receive bola pertama yang mengganggu kombinasi serangan mereka.

Keberhasilan Pertamina Enduro juga membuka peluang besar menjelang dua laga terakhir di Final Four melawan Jakarta Popsivo Polwan dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Jika Enduro berhasil mengamankan satu kemenangan lagi, mereka dapat melaju ke Grand Final tanpa bergantung pada hasil tim lain. Potensi ini lebih tinggi dibandingkan lawan‑lawannya yang masih berjuang memperbaiki konsistensi permainan.

Secara statistik, Pertamina Enduro mencatat rata‑rata poin per set sebesar 23,6 pada pertandingan ini, sementara Electric PLN berada di angka 22,1. Keberhasilan dalam set penentu (set kelima) menonjolkan kemampuan tim untuk menahan tekanan dan mengeksekusi taktik “Kill the Game” pada momen krusial.

Baca juga:

Dengan semangat baru, dukungan penuh pelatih, serta fokus pada eksekusi taktis, Jakarta Pertamina Enduro kini berada pada posisi yang kuat untuk menantang gelar juara di Grand Final Proliga 2026. Pengalaman lima set melawan Electric PLN menjadi pelajaran berharga, terutama dalam mengatasi kelengahan di set ketiga. Jika mentalitas ini terus dipertahankan, Enduro memiliki peluang besar untuk menutup musim dengan gelar juara pertama sejak era 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *