PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 April 2026 | Genoa mengukir kemenangan tipis 2-1 atas Sassuolo pada pekan ke-32 Liga Italia 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Luigi Ferraris, Minggu 12 April 2026. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang balas dendam bagi tim neraka hitam (I Neroverdi) berakhir dengan catatan pahit, terutama setelah pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, menyoroti kesalahan bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang menjadi faktor penentu dalam hasil akhir.
Genoa membuka skor lebih awal pada menit ke-18 melalui tembakan jarak jauh berkecepatan tinggi yang dipukul kaki kiri Ruslan Malinovskyi. Bola meluncur lurus ke sudut kanan atas gawang Arijanet Muric, meninggalkan kiper Sassuolo terperangah. Gol pertama itu memberi kepercayaan diri bagi tuan rumah yang terus menekan lini belakang Sassuolo.
Sementara itu, Sassuolo tidak tinggal diam. Pada menit ke-8, Andrea Pinamonti hampir mencetak gol lewat sundulan melambung tipis di atas gawang, namun bola masih melesat di atas mistar. Empat menit kemudian, Domenico Berardi mencoba menembus pertahanan Genoa, namun tembakannya belum menghasilkan peluang nyata. Tekanan terus berlanjut hingga menit ke-15, ketika Vitinha menembus pertahanan Sassuolo namun gagal mengalahkan Muric.
Menjelang pertengahan babak pertama, Sassuolo mengalami tekanan balik. Pada menit ke-28, Jay Idzes mengirimkan umpan silang dari kotak 16 ke pojok kanan gawang, namun Justin Bijlow menepis bola dengan sigap. Kesempatan itu menjadi sinyal bahwa pertahanan Sassuolo masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan lawan.
Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Genoa. Namun, momentum berubah pada babak kedua. Pada menit ke-57, Ismael Kone berhasil menyamakan kedudukan Sassuolo lewat serangan cepat. Bola hasil rebound sundulan Tarik Muharemovic dikonversi Kone dengan tembakan yang menembus pertahanan Genoa, meski sempat ditinjau VAR karena dugaan offside, keputusan akhirnya tetap mengukuhkan gol.
Setelah gol penyama, tensi pertandingan memuncak. Genoa kembali menemukan celah pada menit ke-84. Junior Messias berhasil melewati kiper Sassuolo dan melepaskan umpan panjang kepada Caleb Ekuban. Pada saat itu, Jay Idzes gagal mengawasi pergerakan lawan dengan ketat, memberikan ruang bagi Ekuban untuk mengontrol bola dan menembakkan tembakan akhir yang menembus gawang Muric. Gol penentu ini menambah keunggulan Genoa menjadi 2-1 dan menutup laga dengan kemenangan bagi tim tuan rumah.
Selain drama gol, pertandingan juga diwarnai insiden disiplin. Dua kartu merah dikeluarkan setelah cekcok di lorong ruang ganti melibatkan Stefano Sabelli (Genoa) dan Domenico Berardi (Sassuolo). Insiden tersebut berujung pada pengurangan satu pemain masing-masing tim, menjadikan babak kedua berlangsung dengan formasi 10 lawan 10.
Usai laga, Fabio Grosso tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti kelalaian Jay Idzes yang dianggap membuka celah bagi gol penentu Ekuban. “Kami bermain bagus, namun kesalahan kecil dan ceroboh, terutama dalam pengawalan, membuat kami harus membayar mahal,” ujar Grosso dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa tim harus lebih disiplin dalam menutup ruang serta meningkatkan konsistensi pertahanan bila ingin bersaing di papan atas Serie A.
Jay Idzes, yang menjadi starter sejak menit awal, mengaku menyesal atas penampilan yang tidak optimal. “Saya merasa belum memberikan yang terbaik untuk tim, terutama pada momen krusial akhir pertandingan,” katanya. Kritik keras dari pelatih menambah beban mental bagi Idzes, terutama mengingat perannya sebagai salah satu pemain asing yang diharapkan dapat memperkuat lini belakang Sassuolo.
Klasemen Liga Italia setelah pertandingan ini menempatkan Genoa pada posisi ke-13 dengan 36 poin, sementara Sassuolo tetap berada di peringkat ke-11 dengan 42 poin. Kedua tim kini harus berjuang keras di sisa jadwal untuk mengamankan posisi masing-masing di papan tengah klasemen.
Secara keseluruhan, laga antara Genoa dan Sassuolo menjadi contoh betapa pentingnya konsentrasi dan ketelitian dalam pertahanan, terutama pada menit-menit akhir pertandingan. Kesalahan pengawalan yang diidentifikasi oleh Fabio Grosso pada Jay Idzes menjadi pelajaran berharga bagi tim untuk memperbaiki koordinasi lini belakang dan menghindari kelalaian serupa di pertandingan-pertandingan mendatang.
