PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 Juli 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina telah mengalami penyesuaian sejak 1 Juli 2026. Penurunan harga terjadi pada beberapa produk yang dijual di sejumlah jaringan SPBU, baik milik Pertamina maupun badan usaha swasta. Salah satu penurunan harga terjadi pada Pertamax Turbo yang dijual di SPBU Pertamina wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Harga BBM dengan RON 98 tersebut kini berada di level Rp19.300 per liter. Harga itu turun Rp1.450 per liter dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp20.750 per liter. Penurunan lebih besar terjadi pada produk diesel Pertamina Dex. Harganya kini menjadi Rp21.150 per liter, turun Rp3.650 dari harga sebelumnya Rp24.800 per liter.
PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung target Pemerintah untuk menekan angka impor Bahan Bakar Minyak (BBM) guna memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah strategis tersebut difokuskan melalui optimalisasi pemanfaatan kelapa sawit beserta produk turunannya.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyatakan bahwa bioenergi berbasis sawit merupakan solusi nyata dan terukur untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan energi domestik yang saat ini masih ditopang oleh impor minyak mentah dan produk BBM. “Jawabannya ada di depan mata kita. Dengan sumber daya CPO (Crude Palm Oil) dan Tandan Kosong Sawit, kita harus mampu mengubahnya menjadi energi,” ujar Oki.
Di samping CPO, Pertamina mulai melirik potensi besar yang belum tergarap maksimal, yaitu Tandan Kosong Sawit (TKS). Dengan potensi volume mencapai sekitar 25 juta ton per tahun, TKS dinilai memiliki nilai tambah strategis untuk diolah menjadi bioetanol.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan terdapat kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax akan turun dalam waktu dekat. Bahlil menyebut, pemerintah membuka peluang penyesuaian harga bagi BBM nonsubsidi, baik yang dijual oleh Pertamina maupun badan usaha swasta.
Pemerintah akan melakukan perhitungan dan rapat dengan PT Pertamina ataupun badan usaha lainya terkait dengan penyesuaian harga BBM non subsidi seperti Pertamax. Pembicaraan tersebut akan dilakukan karena adanya penyesuaian harga minyak dunia yang sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga BBM di Indonesia telah mengalami penyesuaian. Harga BBM nonsubsidi mengalami penurunan, sementara harga BBM subsidi belum berubah. Pemerintah berharap penyesuaian harga BBM dapat membantu meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dan produk BBM.
Kondisi antrean kendaraan di hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pagar Alam saat ini semakin parah. Pasalnya, jika sebelumnya antrean panjang dan berjam-jam hanya dialami oleh kendaraan pengguna BBM bersubsidi jenis Bio Solar, kini kondisi serupa turut dirasakan oleh pengguna kendaraan berbahan bakar Pertalite.
Penumpukan kendaraan baik roda dua maupun roda empat kini menjadi pemandangan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi sejak harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.400 menjadi Rp16.650 per liter. Perbedaan harga yang cukup jauh membuat warga enggan mengisi Pertamax yang terpantau hampir tidak memiliki antrean.
Dalam beberapa hari terakhir, harga BBM di negara-negara ASEAN telah mengalami perubahan. Harga BBM di Singapura per 13 Juli 2026 dipatok US$ 2,324 per liter atau sekitar Rp 41.759 per liter. Harga BBM di Kamboja dipatok US$ 1.320 per liter atau sekitar Rp 23.606 per liter. Harga BBM di Thailand per 13 Juli 206 dijual sekitar US$ 1,345 per liter atau sekitar Rp 24.055 per liter.
Harga BBM di Indonesia yang dicatat Global Petrol Prices yaitu US$ 0,942 atau sekitar Rp 16.851 per liter. Tidak dijelaskan BBM jenis apa yang dijual dengan harga tersebut.
Penyesuaian harga BBM ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dan produk BBM. Pemerintah juga berharap penyesuaian harga BBM dapat membantu meningkatkan perekonomian nasional dan mengurangi beban masyarakat.
