PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah di Indonesia berpotensi dilanda hujan pada 16 Mei 2026. Berdasarkan keterangan BMKG, beberapa wilayah di Indonesia diprediksi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
BMKG menjelaskan, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Samudera Hindia barat Sumatera Utara, Laut Jawa bagian timur, dan Samudera Pasifik timur laut Maluku Utara. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Hindia barat Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Maluku Utara, serta di sekitar sirkulasi siklonik tersebut.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut. Menurut BMKG, kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah di Indonesia.
Beberapa wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat adalah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Maluku Utara, dan sekitar sirkulasi siklonik tersebut.
Sementara itu, wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Laut Halmahera, Samudera Pasifik Utara Papua Barat Daya, Papua Barat Daya, Papua Barat, Laut Arafuru, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. BMKG juga meminta masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca terbaru dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem, masyarakat dapat melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti memastikan rumah dan lingkungan sekitar dalam keadaan baik, mempersiapkan perlengkapan darurat, dan memantau perkembangan cuaca terbaru.
Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari cuaca tersebut.
