PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. IHSG ditutup melemah 3,46% ke level 6.370,679. Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual investor akibat rumor pemerintah akan membentuk badan khusus pengatur ekspor komoditas strategis.
Menurut riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG imbas tekanan jual akibat rumor tersebut. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor basic material yang terkoreksi hingga 7,3%. Sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih mampu menguat sebesar 0,55%.
Pasar juga menanti pidato Presiden Prabowo di DPR serta pengumuman kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Di sisi lain, pasar juga menunggu data pertumbuhan kredit April 2026 yang diproyeksikan tumbuh 9,7% secara tahunan.
IHSG yang anjlok juga membuat beberapa emiten mengalami pelemahan. Namun, beberapa emiten seperti LCKM, RELI, dan ASPR mencatat lonjakan harga signifikan meski IHSG tertekan.
Rupiah juga melemah ke posisi Rp17.706 per dolar AS. Hal ini membuat investor khawatir tentang kemampuan pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.
Kehadiran Dasco, OJK, dan DPR di BEI juga menjadi perhatian. Mereka hadir untuk mengecek kondisi IHSG yang tengah mengalami pelemahan. Namun, belum ada komentar resmi dari mereka tentang maksud dan tujuan kunjungan tersebut.
Kesimpulan, pelemahan IHSG pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, dipicu oleh tekanan jual investor akibat rumor pemerintah akan membentuk badan khusus pengatur ekspor komoditas strategis. Pasar juga menanti pidato Presiden Prabowo di DPR serta pengumuman kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. IHSG yang anjlok membuat beberapa emiten mengalami pelemahan, namun beberapa emiten lain mencatat lonjakan harga signifikan.
