Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi: Harkitnas 2026 Momentum Jaga Generasi Muda di Era Digital

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Mei 2026 | Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 harus menjadi momentum menjaga generasi muda di tengah derasnya gempuran informasi digital. Menurutnya, kedaulatan bangsa hari ini tidak hanya soal wilayah, tetapi juga kemampuan melindungi anak-anak dan generasi muda di ruang digital.

Pesan ini disampaikan Ahmad Luthfi usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). Ia menekankan bahwa sistem penerimaan murid baru (SPMB) harus bebas praktik titipan maupun permainan jalur masuk sekolah.

Baca juga:

Di samping itu, Gubernur Luthfi juga mendukung transformasi media digital guna memperkuat kolaborasi strategis dalam pembangunan daerah dan hubungan masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran dinas untuk berkolaborasi dengan media demi mendukung pembangunan daerah di era digital.

Menurut Luthfi, transformasi digital menuntut perubahan pola komunikasi pemerintah. Media tidak hanya diposisikan sebagai penyebar informasi, tetapi juga mitra strategis dalam mengawal dan menyukseskan program pembangunan di Jawa Tengah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Jateng Media Summit di Semarang pada 21 Mei 2026 mendatang. Jateng Media Summit bertujuan meningkatkan kapasitas media lokal dalam menangkal disinformasi serta mendorong transformasi media di seluruh daerah.

Ketua Panitia Jateng Media Summit yang juga CEO Berita Jateng.tv, Nur Kholis, melaporkan bahwa acara ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai pengelola media di Jawa Tengah.

Baca juga:

CEO PT Arkadia Digital Media Tbk sekaligus Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menyoroti masih adanya kesenjangan atau gap yang cukup lebar antara kapasitas media lokal dan nasional. Menurut Suwarjono, transformasi media di daerah menjadi kebutuhan mendesak bukan sekadar untuk bertahan hidup, melainkan untuk menjalankan fungsi krusialnya sebagai pilar demokrasi, yakni menyediakan informasi yang sehat dan memerangi disinformasi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Luthfi juga membuka resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, dan SLB Negeri Tahun Ajaran 2026/2027, di SMA Negeri 1 Kemalang, Kabupaten Klaten. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus bisa diakses seluruh lapisan masyarakat, karena menjadi instrumen utama meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, daya tampung sekolah negeri di Jateng tahun ini masih terbatas. Dari total 567.500 lulusan SMP sederajat, sekolah negeri baru mampu menampung sekitar 231.724 siswa atau 40,83 persen.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, Pemprov Jateng menyiapkan program Sekolah Kemitraan dengan 139 SMA dan SMK swasta, bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sekitar 5.000 anak dari keluarga miskin akan dibiayai APBD Provinsi Jawa Tengah, melalui program Sekolah Kemitraan, Boarding, Semi Boarding.

Baca juga:

Dalam rangka Indonesia Emas 2045, pemerintah tengah memperkuat fondasi melalui berbagai program strategis nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru, hingga penyediaan beasiswa untuk pemerataan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kesimpulan, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa momentum Harkitnas 2026 harus dimanfaatkan untuk menjaga generasi muda di era digital dan memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga menekankan pentingnya transformasi media digital dan kolaborasi antara pemerintah dan media dalam pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *