PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia telah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus untuk mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi kebocoran devisa yang disebabkan oleh praktik under invoicing dan transfer pricing.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa BUMN ekspor ini akan mengelola komoditas SDA strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh praktik tidak sehat dalam ekspor.
Menurut Purbaya, banyak eksportir yang melakukan manipulasi harga dengan menjual komoditas mereka dengan harga murah ke anak perusahaan di luar negeri, kemudian dijual kembali dengan harga tinggi. Hal ini menyebabkan negara kehilangan pendapatan yang seharusnya diperoleh.
BUMN ekspor ini akan beroperasi mulai 1 Juni 2026 dan akan mengelola ekspor komoditas SDA strategis secara menyeluruh. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi kebocoran devisa yang disebabkan oleh praktik tidak sehat dalam ekspor.
Ekspor komoditas SDA strategis melalui BUMN ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara sebesar ratusan miliar dolar Amerika Serikat. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam ekspor komoditas SDA strategis. Dengan demikian, pemerintah dapat memantau dan mengawasi ekspor komoditas SDA strategis dengan lebih efektif.
Dalam kesimpulan, pembentukan BUMN ekspor ini merupakan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi kebocoran devisa yang disebabkan oleh praktik tidak sehat dalam ekspor. Dengan demikian, diharapkan perekonomian Indonesia dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
