PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026 – Pasar logam mulia kembali menunjukkan dinamika kuat pada Sabtu, 18 April 2026. Harga perak spot global naik tajam 3,15% menjadi USD 80,89 per ons, sementara harga perak Antam di Indonesia melonjak hingga Rp 1.300 per gram. Kenaikan ini menandai performa positif sepanjang pekan, dengan pergerakan hampir 4% sejak awal minggu.
Lonjakan harga perak tidak terjadi secara terpisah. Pada hari sebelumnya, 17 April 2026, harga perak sudah mencatat kenaikan 2,99% menjadi USD 80,76 per ons. Kurs XAG/USD (perak spot dolar AS) berakhir pada level 80,8103, menegaskan apresiasi nilai perak terhadap dolar yang terus menguat. Harga perak per troy ounce tercatat USD 78,70 dan per gram sekitar USD 2,53, menambah gambaran lengkap tentang tren global.
Di dalam negeri, Antam (PT Aneka Tambang Tbk) menjadi penentu utama harga perak lokal. Harga per gram perak Antam naik menjadi Rp 1.300, melampaui level sebelumnya yang berada di kisaran Rp 1.150‑Rp 1.200. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif di pasar internasional serta ekspektasi peningkatan permintaan industri, terutama di sektor elektronik dan energi terbarukan.
Berikut rangkuman data harga perak pada 18 April 2026:
| Parameter | Harga |
|---|---|
| Harga Spot Global (per ons) | USD 80,89 |
| Kenaikan Harian | +3,15% |
| Harga Spot XAG/USD | 80,8103 |
| Harga per Troy Ounce | USD 78,70 |
| Harga per Gram (USD) | USD 2,53 |
| Harga Antam (per gram) | Rp 1.300 |
Faktor utama yang mendorong kenaikan harga perak meliputi:
- Sentimen geopolitik: Pembukaan kembali Selat Hormuz yang mengurangi ketegangan minyak dunia, menurunkan tekanan inflasi dan memperlemah dolar AS.
- Dolar AS yang lemah: Nilai tukar dolar yang melemah membuat logam mulia menjadi alternatif investasi yang lebih menarik.
- Permintaan industri: Sektor teknologi, terutama produksi panel surya dan kendaraan listrik, meningkatkan kebutuhan perak sebagai konduktor.
- Spekulasi pasar: Investor institusional menambah posisi long pada perak sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Pengaruh kebijakan ekonomi global juga terasa di pasar domestik. Kenaikan harga perak beriringan dengan kenaikan harga emas yang juga melaju naik setelah pernyataan Iran tentang pembukaan Selat Hormuz. Harga emas spot tercatat USD 4.860,39 per ons, naik 1,5% pada perdagangan awal hari itu. Penurunan dolar AS dan harga minyak menjadi faktor pendukung utama kedua logam mulia tersebut.
Para analis memperkirakan tren kenaikan perak dapat berlanjut dalam jangka pendek, terutama bila dolar terus melemah dan ketegangan geopolitik tetap terkendali. Namun, volatilitas tetap tinggi mengingat faktor-faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve dan fluktuasi harga energi.
Investor yang mempertimbangkan perak sebagai instrumen diversifikasi portofolio disarankan untuk memantau indikator berikut:
- Pergerakan nilai tukar dolar AS.
- Berita terkait produksi minyak dan geopolitik di Timur Tengah.
- Data permintaan industri logam mulia, khususnya sektor energi terbarukan.
- Laporan persediaan dan produksi Antam serta kebijakan regulasi di Indonesia.
Kesimpulannya, kenaikan harga perak pada 18 April 2026 mencerminkan kombinasi faktor global dan domestik yang memperkuat sentimen bullish. Baik pelaku pasar internasional maupun investor lokal perlu tetap waspada terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan moneter yang dapat mengubah arah tren dalam beberapa minggu ke depan.
