IHSG Berpotensi Volatil, Sentimen Domestik dan Global Jadi Penentu

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpotensi bergerak volatil dipicu oleh kombinasi sentimen dari domestik dan global. IHSG dibuka melemah 29,31 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.065,63. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,42 poin atau 0,39 persen ke posisi 613,98.

Analis pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor Hendra Wardana menjelaskan, sentimen pasar masih akan dipengaruhi oleh pergerakan kurs rupiah, arus dana asing, perkembangan konflik geopolitik Amerika Serikat (AS) dengan Iran, serta respons pasar terhadap kebijakan ekonomi domestik.

Baca juga:

IHSG ditutup melemah ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis (21/5) terkoreksi 223,56 atau sebesar 3,54 persen. Sentimen pasar dipengaruhi oleh pergerakan kurs rupiah yang melemah ke Rp17.676 per dolar AS dan tekanan jual asing yang berlanjut.

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Fath Aliansyah Budiman mengatakan pengumuman FTSE pada 22 Mei 2026 waktu Amerika Serikat menjadi salah satu sentimen penting yang akan memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Baca juga:

Pasar juga akan mencermati stabilitas harga minyak dunia serta arah yield obligasi AS yang masih menjadi indikator penting bagi aliran dana global ke emerging market. Dalam jangka pendek, pelaku pasar sebaiknya mulai fokus terhadap saham-saham defensif dan emiten dengan fundamental kuat yang relatif tahan terhadap tekanan eksternal.

Kepala Ekonom S&P Global Ratings untuk Asia Pasifik, Louis Kuijs, menilai tekanan yang terjadi pada rupiah dan IHSG dipicu oleh aksi investor asing yang tengah menata ulang portofolio mereka sembari mencermati pergeseran regulasi terbaru di Indonesia.

Baca juga:

Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Langkah agresif ini diikuti oleh kenaikan Deposit Facility menjadi 4,25 persen dan Lending Facility menjadi 6 persen.

Kesimpulan, IHSG berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek dengan sentimen domestik dan global sebagai penentu utama. Pelaku pasar sebaiknya fokus pada saham-saham defensif dan emiten dengan fundamental kuat serta mencermati stabilitas harga minyak dunia dan arah yield obligasi AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *