PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Mei 2026 | Harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) telah mengalami kenaikan menjadi MYR 4.470 per ton pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan permintaan dan fluktuasi harga komoditas lainnya. Dalam beberapa bulan terakhir, harga CPO telah mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, dan kenaikan terbaru ini dapat memiliki dampak yang luas pada perekonomian dan industri sawit.
Dalam negeri, harga minyak sawit di pasar spot Medan juga mengalami kenaikan, dengan harga mencapai Rp 20.339 per kg pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Kenaikan harga ini dapat mempengaruhi industri makanan dan minyak goreng, karena minyak sawit merupakan bahan baku utama dalam produksi minyak goreng.
Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) baru yang akan mengatur ketentuan teknis ekspor untuk tiga komoditas strategis, yakni minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy). Permendag ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat menyusul pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha milik negara yang akan mengelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis.
PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) juga telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp113,1 miliar atau setara Rp6 per lembar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Jumat (22/5/2026). Pembagian dividen ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, disiplin operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Dalam beberapa hari terakhir, harga bahan pokok di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi juga mengalami fluktuasi. Harga daging sapi has (paha belakang) masih berada di posisi tertinggi yakni Rp 150.088 per kilogram, meski turun Rp 879. Bawang merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, naik Rp 1.286 menjadi Rp 58.062 per kilogram.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (22/5/2026) setelah anjlok 3,54% ke level 6.094,91 pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026). Tim riset Phintraco Sekuritas menilai minimnya katalis positif serta derasnya sentimen negatif domestik dan global berpotensi membuat pergerakan IHSG kembali volatil pada perdagangan hari ini.
Kesimpulan, kenaikan harga CPO dan fluktuasi harga bahan pokok lainnya dapat memiliki dampak yang luas pada perekonomian dan industri sawit. Pemerintah telah menyiapkan Permendag baru untuk mengatur ekspor komoditas strategis, dan PT Palma Serasih Tbk. telah menyetujui pembagian dividen. IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini.
