Pengumuman FTSE dan Dampaknya terhadap IHSG: Apa yang Harus Diantisipasi?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Mei 2026 | Pasar saham Indonesia saat ini sedang menghadapi sentimen penting terkait pengumuman FTSE Russell mengenai daftar saham yang berpotensi dihapus atau diturunkan peringkatnya dari indeks. Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman, mengatakan bahwa pengumuman FTSE pada 22 Mei 2026 waktu Amerika Serikat menjadi salah satu sentimen penting yang akan memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Menurut Fath, FTSE kali ini diperkirakan belum akan menaikkan peringkat saham Indonesia karena masih memantau perkembangan reformasi pasar modal domestik. Karena itu, perhatian investor lebih tertuju pada potensi saham yang dihapus atau mengalami downgrade dari indeks FTSE.

Baca juga:

FTSE Russell sebelumnya mengumumkan daftar awal perubahan konstituen indeks akan dirilis pada 22 Mei 2026 setelah pukul 18.00 waktu AS bagian timur. FTSE juga akan memperbarui daftar sementara pada 29 Mei, 5 Juni, 12 Juni, dan 18 Juni 2026.

Sementara itu, MSCI sebelumnya mengumumkan hasil MSCI Equity Indexes Review Mei 2026 dengan perubahan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Dalam rebalancing tersebut, terdapat 19 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks MSCI, termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT).

Otoritas pasar modal domestik menyatakan bahwa pencoretan saham-saham tersebut oleh MSCI berpotensi membuka jalan bagi MSCI untuk segera mencabut larangan penambahan emiten baru dari Indonesia ke dalam indeksnya. Optimisme ini didasari oleh serangkaian reformasi pro-investor yang telah diterapkan oleh otoritas.

Baca juga:

Kepala Riset Ekuitas Indonesia di Macquarie Capital, Ari Jahja, mengatakan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan menghindari penurunan peringkat menjadi status frontier market. Namun, tekanan jual diperkirakan tidak sebesar dampak rebalancing MSCI terhadap pasar saham Indonesia.

Di sisi lain, beberapa emiten seperti Amman Mineral Internasional (AMMN), Indofood Sukses Makmur (INDF), dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) masih menopang pergerakan indeks. Sementara tekanan terbesar datang dari saham Astra International (ASII), Bumi Resources Minerals (BRMS), serta Bayan Resources (BYAN).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali dibayangi sentimen rebalancing indeks global yang turut memengaruhi aliran dana investor asing. Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan jual investor asing yang membukukan jual bersih Rp508,11 miliar di pasar reguler dan Rp544,89 miliar di seluruh pasar.

Baca juga:

Kesimpulan, pengumuman FTSE dan MSCI memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG. Investor perlu memantau perkembangan reformasi pasar modal domestik dan perubahan konstituen indeks untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *