Jessie J Dinyatakan Bebas Kanker Setelah Berjuang Satu Tahun

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Mei 2026 | Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Jessie J, baru-baru ini mengumumkan bahwa dirinya telah dinyatakan bebas dari kanker setelah berjuang selama satu tahun. Kabar tersebut dibagikan oleh Jessie J melalui sebuah video emosional di akun Instagram pribadinya.

Jessie J pertama kali mengungkapkan diagnosis kanker payudara yang diidapnya pada Juni 2025 lalu. Selama proses pengobatannya, penyanyi berusia 38 tahun ini bersikap sangat terbuka kepada penggemar mengenai pasang surut emosinya dalam menghadapi penyakit tersebut.

Baca juga:

Perjuangan Jessie tidaklah mudah. Pada Agustus tahun lalu, ia terpaksa membatalkan seluruh jadwal tur “No Secrets” di Amerika Serikat serta menunda jadwal konser di Inggris dan Eropa karena harus menjalani operasi kedua.

Satu bulan setelah prosedur tersebut, Jessie kembali ke atas panggung dalam festival BBC Radio 2 In the Park di Essex. Momen itu menjadi sangat bersejarah karena merupakan pertama kalinya sang putra yang berusia dua tahun melihat ibunya tampil bernyanyi secara langsung.

Dalam penampilannya kala itu, Jessie sempat membagikan kisah di balik lagu barunya, “Living My Best Life”. Ia mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker tepat dua minggu sebelum lagu tersebut dirilis.

Sementara itu, PT Prudential Life Assurance juga menghadirkan PRULady, asuransi jiwa khusus perlindungan kanker payudara yang ditujukan bagi perempuan Indonesia. Peluncuran PRULady dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini dan perlindungan kesehatan sejak awal.

Para peneliti di Australia juga telah mengidentifikasi faktor-faktor biologis yang membuat wilayah tertentu di otak lebih rentan terhadap pertumbuhan tumor, sehingga memberikan wawasan baru tentang bagaimana kanker otak muncul.

Baca juga:

Dengan menggunakan model lalat buah, para peneliti melakukan pengujian mengapa mutasi penyebab kanker memicu tumor di beberapa area otak, tetapi tidak di area lainnya. Penelitian tersebut mengidentifikasi sebuah protein bernama “Chinmo” sebagai faktor penentu utama dalam pembentukan tumor.

Temuan-temuan ini dapat membantu para ilmuwan mengidentifikasi “faktor-faktor kompetensi” serupa pada manusia yang memicu pembentukan kanker, serta mengembangkan strategi pencegahan kanker dengan menargetkan kondisi-kondisi tersebut secara terapeutik.

Kesimpulan dari berbagai informasi tersebut adalah bahwa kanker merupakan penyakit yang sangat serius dan memerlukan perhatian yang tepat. Dengan kemajuan teknologi dan penelitian, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif untuk mencegah dan mengobati kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *