PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Mei 2026 | Proyek Waste to Energy (WtE) Danantara Gelombang II telah memilih 85 entitas yang masuk ke dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT). Empat emiten yang menjadi calon mitra proyek ini adalah PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), PT Vale Indonesia Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) menjadi salah satu calon mitra yang akan menggarap proyek WtE Danantara. Sementara itu, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dipersiapkan menjadi salah satu entitas strategis di bawah pengelolaan Danantara untuk memperkuat investasi dan hilirisasi sektor sumber daya alam nasional.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, memastikan status PT DSI akan berubah menjadi badan usaha milik negara (BUMN) mulai pekan depan. Kantor PT DSI nantinya akan berada di kompleks Danantara. Fasilitas kantor untuk perusahaan tersebut telah disiapkan.
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, membantah kabar yang menyebutkan tata kelola ekspor komoditas strategis melalui skema satu pintu di bawah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ditunda hingga awal 2027. Ia menegaskan bahwa implementasi kebijakan tersebut tetap mulai 1 Juni 2026, secara bertahap.
Rencana pemerintah membentuk badan ekspor komoditas di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dinilai berpotensi menghambat ambisi transisi energi Indonesia. Kebijakan tersebut dikhawatirkan justru memperpanjang ketergantungan terhadap batu bara dan energi berbasis fosil.
Sentralisasi ekspor sumber daya alam tanpa pengawasan dan transparansi yang memadai berpotensi memunculkan persoalan tata kelola baru. Pembentukan PT DSI dipandang sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat investasi dan hilirisasi sektor sumber daya alam nasional.
Kesimpulan, proyek WtE Danantara Gelombang II telah memilih calon mitra dan dipersiapkan untuk memperkuat investasi dan hilirisasi sektor sumber daya alam nasional. Namun, kebijakan tersebut dinilai berpotensi menghambat ambisi transisi energi Indonesia dan memperpanjang ketergantungan terhadap batu bara dan energi berbasis fosil.
