PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, menegaskan kepercayaan diri tinggi tim Merah Putih menjelang Thomas Cup 2026. Meski tim Prancis menampilkan formasi tunggal yang sedang menanjak, Ginting yakin skuad Indonesia dapat mengatasi tekanan berkat kedalaman pemain dan persiapan matang.
Grup D Thomas Cup 2026 mempertemukan Indonesia dengan Prancis, Thailand, dan Aljazair. Tim Prancis mengandalkan tiga pemain tunggal elit: Christo Popov (peringkat dunia 4), Alex Lanier (peringkat 10), dan Toma Junior Popov (peringkat 17). Keberhasilan mereka meraih gelar juara beregu Eropa menambah motivasi ekstra. Namun, Ginting menolak terintimidasi. Ia menyoroti kekuatan Indonesia yang tidak hanya bergantung pada satu pemain, melainkan didukung oleh Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh. Zaki Ubaidillah, serta dirinya sendiri.
“Jika dilihat secara keseluruhan, tunggal kita juga kuat. Kami punya Jonatan, Alwi, Ubaidillah, dan saya di posisi keempat. Strategi pelatih akan menentukan bagaimana kami menyesuaikan diri,” ujar Ginting saat sesi konferensi pers di Pelatnas PBSI Cipayung.
Penampilan Ginting dalam turnamen Thomas Cup sebelumnya menambah keyakinan tersebut. Sejak pertama kali masuk skuad pada Thomas Cup 2016 bersama Jonatan Christie (Jojo), keduanya telah berkontribusi pada enam edisi beruntun. Pada edisi 2016, duo muda itu membantu Indonesia mencapai final, meski akhirnya kalah dari Denmark. Dua tahun kemudian, pada 2018, Indonesia hanya berhasil membawa pulang perunggu setelah kalah di semifinal melawan China.
Puncak karier mereka tiba pada Thomas Cup 2020 (digelar 2021 karena pandemi). Ginting dan Jojo menjadi tulang punggung tim, mengantarkan Indonesia meraih emas pertama sejak 2002 dengan mengalahkan China 3-0 di final. Ginting mencatat kemenangan pertamanya melawan Lu Guang Zu dengan skor 18-21, 21-14, 21-16, sementara Jojo mengunci kemenangan dengan mengalahkan Li Shi Feng.
Prestasi tersebut menjadi landasan moral bagi generasi baru. Kini, selain Ginting dan Jojo, tim Indonesia menambahkan dua talenta muda: Alwi Farhan (peringkat dunia 14) dan Moh. Zaki Ubaidillah (peringkat 39). Kehadiran Jonatan Christie, yang saat ini menempati peringkat dunia 5, memberikan dorongan tambahan. Ginting menilai peran Christie bukan sekadar tambahan pemain, melainkan faktor motivasi penting yang meningkatkan mental tim.
- Jonatan Christie – peringkat 5 dunia, pengalaman Olimpiade, dan konsistensi performa tinggi.
- Alwi Farhan – peringkat 14 dunia, pemain muda yang sudah terbukti mampu menantang lawan senior.
- Moh. Zaki Ubaidillah – peringkat 39 dunia, menambah kedalaman skuad tunggal.
- Anthony Ginting – peringkat 46 dunia, peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020.
Strategi pelatih diharapkan memanfaatkan kombinasi pengalaman dan energi muda. Menurut Ginting, penempatan pemain dalam tiap tie akan menjadi kunci. “Kami harus menyesuaikan taktik melawan Prancis, yang memiliki tiga pemain di 10 besar. Kami tidak akan menyerah, tetapi kami tetap waspada,” tegasnya.
Data peringkat dunia menegaskan keunggulan Prancis di atas Indonesia secara keseluruhan. Christo Popov berada di posisi empat, sementara Alwi Farhan menjadi satu-satunya Indonesia yang masuk dalam 20 besar. Ginting menyadari kesenjangan tersebut, namun menekankan bahwa pertandingan satu lawan satu dapat berubah dengan taktik tepat dan semangat juang.
Selain fokus pada pertandingan grup, tim Indonesia menargetkan melaju ke perempat final dan kembali menggapai gelar juara. Pengalaman dwitunggal Jojo-Ginting di turnamen sebelumnya diyakini menjadi aset berharga dalam mengelola tekanan pada momen-momen krusial.
Dengan dukungan pelatih, binpres, serta semangat kebangsaan, harapan besar menempel pada skuad tunggal Indonesia. Ginting menutup dengan keyakinan, “Kami optimis, kami percaya pada kekuatan kami, dan kami siap membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi kekuatan utama dalam bulu tangkis dunia.”
