Paus Leo XIV Peringatkan Bahaya AI dalam Ensiklik Pertamanya

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Mei 2026 | Paus Leo XIV menyerukan agar kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) "dilucuti" di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut oleh para pemimpin dunia dan perusahaan swasta dalam berbagai aktivitas manusia, termasuk untuk kepentingan perang.

Dalam ensiklik pertamanya sebagai paus yang dirilis pada Senin (25/5/2026) berjudul "Magnifica humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence", Paus Leo memperingatkan adanya "perlombaan menciptakan algoritma yang semakin kuat dan kumpulan data yang semakin besar" yang didorong oleh "keinginan untuk meraih dominasi geopolitik maupun komersial".

Baca juga:

Paus Leo XIV juga menyerukan perdamaian global di tengah konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Ia menekankan bahwa AI tidak boleh sepenuhnya berada di tangan swasta dan meminta pembuat kebijakan melindungi hak-hak pekerja dan menjaga anak-anak dari risiko teknologi tersebut.

Ensiklik pertama Paus Leo XIV ini merupakan hasil dari penelitian bertahun-tahun yang dilakukan Gereja mengenai teknologi terkait kecerdasan buatan. Dalam naskah tersebut, Paus Leo XIV secara spesifik mengkritik peran perkembangan teknologi yang berkembang pesat, dalam penggunaannya di ranah konflik.

Ia berpendapat bahwa AI telah membuat perang menjadi "lebih mudah terjadi". Paus Leo mengatakan kalau penggunaan AI dalam peperangan "harus tunduk pada batasan etis yang terketat", sambil menekankan bahwa keputusan yang mematikan "tidak boleh" diserahkan kepada sistem AI.

Baca juga:

Ensiklik ini merupakan bentuk pengajaran yang otoritatif dari Paus Leo XIV kepada 1,4 miliar umat Gereja Katolik. Dalam pidatonya, Paus Leo XIV secara langsung membandingkan situasi saat ini dengan kondisi yang dihadapi Paus Leo XIII ketika menerbitkan ensiklik Rerum Novarum pada 1891.

Saat itu, Gereja Katolik merespons dampak Revolusi Industri terhadap kehidupan manusia dan pekerja. Kini, menurut Paus Leo XIV, Gereja kembali dihadapkan pada hal-hal baru yang perlu dibaca dalam terang Injil dan martabat manusia.

Paus Leo XIV juga menekankan bahwa AI harus "ramah terhadap manusia", dapat diakses oleh semua orang, dan terbuka untuk diskusi serta perdebatan. Ia menyerukan kolaborasi global agar transformasi digital menjunjung martabat manusia dan menciptakan masyarakat yang lebih adil serta penuh persaudaraan.

Baca juga:

Kesimpulan dari ensiklik pertama Paus Leo XIV ini adalah bahwa AI harus ditempatkan sepenuhnya untuk melayani kemanusiaan dan tidak boleh digunakan untuk dominasi, eksklusi, atau perang. Paus Leo XIV menegaskan bahwa Gereja Katolik merasa perlu terlibat dalam pembahasan global terkait perkembangan teknologi modern, terutama yang berkaitan dengan masa depan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *