Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Tewas, Tim SAR Gerakkan 35 Personel

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Helikopter Airbus H130 berregistrasi PK-CFX milik PT Matthew Air jatuh pada Kamis 16 April 2026 di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Pesawat lepas landas dari Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB dengan tujuan Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya, namun kehilangan kontak pada pukul 08.39 WIB. Pada saat kejadian, helikopter membawa delapan jiwa, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Setelah sinyal darurat terdeteksi, tim SAR segera dikerahkan. Polri, Brimob, Basarnas, TNI Angkatan Udara, serta personel dari Pos SAR Sintang dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak bergabung dalam operasi pencarian. Sekitar 35 personel, termasuk pasukan khusus Korps Penerbang Garuda (Korpasgat) yang mengoperasikan helikopter Super Puma, berupaya menembus medan hutan lebat, perbukitan terjal, serta akses jalan yang terbatas.

Baca juga:

Kondisi geografis menjadi tantangan utama. Area jatuh didominasi hutan rimbun dan lereng curam, sehingga tim harus mengandalkan kombinasi transportasi udara, sepeda motor, dan mobil 4×4. Pada pukul 13.10 WIB, helikopter Super Puma meluncurkan pencarian udara dan berhasil mengidentifikasi serpihan yang diduga bagian ekor helikopter, berjarak sekitar tiga kilometer barat dari titik hilang kontak.

Tim darat tiba di lokasi pada sore hari. Mereka menggunakan unit rescue DMax lengkap dengan peralatan pemotong, medis, serta sistem komunikasi satelit Starlink untuk mengatasi keterbatasan jaringan. Upaya evakuasi tiga jenazah yang masih terjepit di badan helikopter terus dilakukan, sementara lima jenazah lainnya telah berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Berikut data korban yang teridentifikasi:

Baca juga:
No Nama Peran
1 Capt. Marindra W Pilot
2 Harun Arasyid Co‑pilot
3 Patrick K Penumpang
4 Victor T Penumpang
5 Charles L Penumpang
6 Joko C Penumpang
7 Fauzie O Penumpang
8 Sugito Penumpang

Koordinat terakhir helikopter tercatat pada 0°10’51.91″ LS – 110°47’25.49″ BT. Titik perkiraan jatuh berada di desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 257‑258 derajat.

Tim SAR menegaskan bahwa proses evakuasi akan dilanjutkan pada pagi hari Jumat 17 April, mengingat cuaca hujan yang memperberat operasi. Kepala Basarnas, Marsdya Mohammad Syafii, menambahkan bahwa seluruh potensi SAR, baik darat maupun udara, akan terus dimobilisasi hingga semua jenazah berhasil dipulangkan dan penyelidikan penyebab kecelakaan selesai.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Zainal Abidin, menyatakan bahwa semua delapan penumpang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ia menutup pernyataan dengan harapan agar proses identifikasi dan pemulangan jenazah dapat berjalan lancar, serta meminta doa dari masyarakat untuk kelancaran operasi SAR.

Baca juga:

Insiden ini menambah daftar kecelakaan pesawat di wilayah Kalimantan Barat tahun 2026, menimbulkan pertanyaan tentang prosedur keselamatan penerbangan di daerah terpencil. Pemerintah daerah dan otoritas penerbangan dijadwalkan akan melakukan audit menyeluruh terhadap standar operasional PT Matthew Air serta infrastruktur komunikasi di jalur penerbangan yang bersangkutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *