PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Mei 2026 | Idul Adha atau Hari Raya Kurban merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang mengandung banyak pelajaran penting bagi kehidupan manusia. Ibadah kurban mengajarkan tentang ketaatan kepada Allah Swt, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan berkorban demi kebaikan yang lebih besar.
Rasulullah saw bersabda bahwa tidak ada amalan anak Adam pada hari nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah hewan kurban. Hewan kurban tersebut kelak datang pada hari kiamat bersama tanduk, bulu, dan kukunya sebagai saksi amal ibadah manusia.
Ibadah kurban bukan hanya kegiatan penyembelihan hewan semata. Kurban menjadi simbol kebersihan jiwa, ketulusan hati, dan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt. Dalam Surah Al-Kautsar ayat satu hingga dua, Allah Swt berfirman: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki hubungan erat dengan rasa syukur kepada Allah Swt. Manusia diperintahkan mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah, pengorbanan, dan ketulusan hati.
Sejarah Iduladha tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Nabi Ibrahim menunjukkan ketaatan luar biasa ketika menerima perintah Allah Swt untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ismail pun menerima ketentuan tersebut dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Setelah pelaksanaan ibadah kurban, umat Islam dianjurkan untuk memperkuat rasa syukur melalui ibadah, kepedulian sosial, serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk memperkuat rasa syukur adalah dengan melakukan mandi taubat nasuha.
Mandi taubat nasuha adalah mandi yang bertujuan mengganti keburukan menjadi kebaikan dan dilaksanakan sekitar pukul 03.00 – 03.00 atau sebelum makan sahur ketika berpuasa. Bacaan niat mandi taubat nasuha adalah: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَتِ عَنْ جَمِعِ الذُّنُوْبِ Nawaitul ghusla littaubati ‘an jami’idzunuu “Aku berniat mandi taubat dari segala dosa lahir dan batin.”
Tata cara mandi taubat sama seperti cara mandi sehari-hari, yaitu menyiramkan air ke seluruh anggota tubuh, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Setelah selesai melakukan mandi taubat, umat Islam dapat melanjutkannya dengan salat taubat.
Salat taubat adalah salat yang dilakukan untuk memohon ampunan dari Allah Swt dan memperkuat rasa syukur. Bacaan salat taubat dan doa yang dipanjatkan dapat membantu umat Islam memperkuat iman dan memperoleh pengampunan dari Allah Swt.
Dalam menjalankan ibadah kurban dan mandi taubat nasuha, umat Islam harus memperhatikan niat dan ketulusan hati. Ibadah yang dilakukan dengan niat yang baik dan ketulusan hati akan membawa manusia lebih dekat kepada Allah Swt dan memperoleh pengampunan dari-Nya.
Kesimpulan, Idul Adha dan mandi taubat nasuha merupakan dua ibadah yang sangat penting dalam Islam. Ibadah kurban mengajarkan tentang ketaatan, kepedulian, dan kesediaan berkorban, sedangkan mandi taubat nasuha membantu umat Islam memperkuat rasa syukur dan memperoleh pengampunan dari Allah Swt.
