PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah tipis pada perdagangan saham Jumat, 29 Mei 2026. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 50,1 triliun. Mengutip data RTI, IHSG ditutup melemah tipis 0,05% menjadi 6.127,38. Indeks saham LQ45 merosot 1,49% menjadi 611,16.
Pergerakan IHSG hari ini cenderung volatile, di mana dapat cermati bersama pada pre-opening sempat berada di zona merah dan sepanjang hari menghijau lalu ditutup terkoreksi tipis. Hal ini seperti yang dikatakan oleh analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, di mana pergerakan IHSG masih cukup berat dan rawan terkoreksi.
Di sisi lain, emiten-emiten konglomerasi secara mayoritas mencatatkan penguatan pada saat rebalancing MSCI dan tekanan datang dari emiten perbankan big caps. IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas karena dipengaruhi sentimen pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk penguatan dolar AS, dinamika geopolitik, serta periode repatriasi dividen oleh investor asing.
Investor juga mencermati efek rebalancing MSCI dan kebijakan ekspor satu pintu. Kajian senada disampaikan Fanny Suherman, analis PT BNI Sekuritas, yang mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. IHSG pada perdagangan Selasa pekan ini ditutup turun 1.23%, disertai dengan jual bersih investor asing senilai Rp1.89 triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BBCA, BBRI, BMRI dan BREN. Fanny mengatakan level support IHSG di perdagangan hari ini pada rentang 6.000-6.070 poin. Resistance IHSG pada kisaran 6.200 hingga 6.300 poin. Volatilitas pasar saham cenderung tinggi menjelang pemberlakuan rebalancing portofolio indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 1 Juni 2026.
Pola pergerakan harga saham pasca-pengumuman MSCI pada 12 Mei 2026 itu memicu mayoritas manajer investasi diperkirakan telah melakukan penyesuaian portofolio secara bertahap tanpa menunggu tanggal tenggat waktu terakhir. Meskipun sejumlah harga saham emiten yang keluar dari daftar indeks mengalami tekanan, pasar dinilai tetap kondusif tanpa adanya kepanikan yang signifikan.
Kesimpulan, IHSG berpotensi gonjang-ganjing jelang kocok ulang MSCI di 1 Juni 2026. Pergerakan IHSG masih cukup berat dan rawan terkoreksi, namun momentum pasca-rebalancing MSCI ini berpotensi menjadi titik terendah dari tren koreksi IHSG sekaligus membuka peluang bagi indeks domestik untuk kembali berbalik arah mengikuti arah fundamental emiten ke depannya.
