Prabowo Subianto dan Dinamika Politik: Analisis Pemimpin Pengkhianat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan perihal pemimpin pengkhianat yang coba membakar-bakar Republik Indonesia setelah kalah. Siapa pemimpin yang dimaksud Prabowo? Sebagai informasi, Presiden Prabowo menyampaikan perihal pemimpin pengkhianat saat acara puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Minggu (12/7) lalu.

Saat itu, Prabowo hanya menyinggung tapi tidak menyebut jelas siapa yang dimaksud. Pakar Komunikasi Politik UGM Profesor Nyarwi Ahmad mencoba menerka siapa sosok pemimpin yang dimaksud Prabowo. Ia awalnya mengakui agak sulit menebak siapa yang dimaksud Prabowo.

Baca juga:

Menurut Nyarwi, pemimpin pengkhianat dari klaster mantan capres-cawapres lawan Prabowo dan ketua umum parpol tidak memungkinkan lantaran tidak punya sumber daya untuk menjadi pengkhianat. Dia juga menyebut mantan capres-cawapres lawan Prabowo mulai meredup belakangan ini.

Selain itu, Nyarwi menilai mereka juga tidak melihat ada statement provokatif dari para mantan capres-cawapres. Salah satu cawapres, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, bahkan bergabung dengan pemerintah saat ini.

Dalam konteks lain, militerisme di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tampaknya mulai merasuk jauh di jenjang pendidikan formal. Markas Besar (Mabes) TNI dan Kementerian Sosial dikabarkan akan menerjunkan 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) untuk membina kedisiplinan dan karakter siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah pada awal Agustus 2026 mendatang.

Baca juga:

Kedisiplinan dan karakter sipil tidak kalah dengan militer. Menyerahkan pendidikan karakter dan kedisiplinan kepada militer lebih disebabkan sebagai upaya membangun kesadaran palsu masyarakat bahwa militer lebih unggul dibandingkan sipil.

Jika kesadaran palsu itu telah tertanam maka warga sipil akan menormalisasi bila suatu saat militer merasuk lebih jauh lagi ke wilayah-wilayah sipil, termasuk dalam tata kelola sumber daya alam. Tanpa adanya kesadaran palsu di kalangan sipil, peran multifungsi militer di sektor sumber daya alam akan selalu mendapat perlawanan.

Di lain pihak, Jaksa Agung ST Burhanuddin telah mengusulkan nama calon pengganti Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satu sosok yang diusulkan adalah Kuntadi, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.

Baca juga:

Kuntadi tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 3,67 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025. Aset terbesar Kuntadi berasal dari sektor tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp 4.263.535.000.

Kesimpulan dari dinamika politik ini menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih dalam proses pembentukan dan penyesuaian. Dengan adanya pemimpin pengkhianat yang tidak jelas dan militerisme yang merasuk ke wilayah sipil, masyarakat perlu waspada dan mengawal proses pembangunan demokrasi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *