PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Juni 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) terus berupaya memastikan bahwa seluruh lansia di Indonesia, terutama di daerah-daerah tertinggal, memiliki akses ke jaminan kesehatan yang layak. Salah satu indikator keberhasilan ini adalah dengan memastikan bahwa sebanyak mungkin lansia terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN.
Menurut data BPS, sebanyak 91,11% dari 379.592 lansia di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memiliki jaminan kesehatan melalui PBI JKN. Ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya pemerintah untuk memastikan bahwa lansia memiliki akses ke layanan kesehatan yang memadai.
Kementerian Sosial juga terus berupaya untuk memperbaiki sistem pendataan penerima manfaat bantuan sosial. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa evaluasi terhadap sistem pendataan ini menjadi salah satu alasan mendasar bagi pemerintah untuk mengonsolidasikan pendataan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar distribusi bantuan sosial lebih akurat.
Upaya ini juga didukung oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang menemukan bahwa masih banyak penerima bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. DEN melaporkan bahwa sekitar 45% penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
Pemerintah berharap bahwa dengan pemutakhiran DTSEN yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, penyaluran bantuan akan lebih tepat sasaran. Ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi kemiskinan di Indonesia.
Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, pemerintah juga memperhatikan pentingnya jaminan kesehatan. Dengan demikian, lansia dapat menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif, sehingga mereka dapat terus berkontribusi pada masyarakat.
Untuk mencapai target penurunan kemiskinan di bawah 5% pada 2029, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama lansia. Dengan demikian, diharapkan bahwa lansia dapat menjalani hidup yang lebih baik dan sejahtera.
