PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Juni 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi bulanan di Jakarta pada Mei 2026 sebesar 0,12 persen, didominasi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 0,55 persen. Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyebutkan bahwa komoditas penyumbang utama inflasi secara bulanan DKI Jakarta pada Mei 2026 adalah komoditas bensin yang memberikan andil sebesar 0,05 persen.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang bepergian ke luar negeri pada April 2026 tercatat sebanyak 644.000 perjalanan, mengalami penurunan sebesar 18,85% secara bulanan dan 30,54% secara tahunan. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini menyebutkan bahwa jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif pada Januari-April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan, meningkat 1,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Okupansi hotel di Indonesia juga meningkat pada April 2026, dengan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang mencapai 48,83%. Provinsi Bali memiliki TPK hotel bintang tertinggi, yaitu sebesar 57,94%, diikuti oleh DKI Jakarta sebesar 54,80%. Pudji Ismartini menyebutkan bahwa lonjakan jumlah tamu yang menginap ini dirasakan di hampir seluruh pelosok negeri.
Di Jakarta, jumlah perjalanan pelancong nusantara ke ibu kota pada April 2026 sebanyak 8,74 juta perjalanan, atau turun sebesar 19,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyebutkan bahwa penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jakarta secara bulanan didorong oleh berakhirnya periode arus mudik pada Maret 2026.
Sementara itu, di Bali, inflasi bulanan mencapai 0,42 persen dibandingkan April 2026, dengan cabai merah menjadi komoditas yang mengalami inflasi tertinggi sebesar 11,76 persen. Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyebutkan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas dipengaruhi berbagai faktor, termasuk tingginya curah hujan yang menyebabkan penurunan produksi serta meningkatnya serangan hama pada tanaman.
Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat beberapa tren yang terlihat dalam inflasi dan pariwisata di Indonesia. Inflasi bulanan di beberapa daerah meningkat, dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas tertentu. Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nasional dan internasional juga mengalami penurunan. Okupansi hotel di beberapa daerah meningkat, terutama di Bali dan Jakarta.
Kesimpulan dari data tersebut adalah bahwa inflasi dan pariwisata di Indonesia masih mengalami fluktuasi. Inflasi bulanan di beberapa daerah meningkat, sementara jumlah perjalanan wisatawan nasional dan internasional mengalami penurunan. Okupansi hotel di beberapa daerah meningkat, terutama di Bali dan Jakarta. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk memahami penyebab fluktuasi tersebut dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.
