Pete Hegseth Dituduh Diskriminatif, Memblokir Promosi Perwira Wanita dan Hitam di Angkatan Laut

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Juni 2026 | Defense Secretary Pete Hegseth dituduh melakukan diskriminasi terhadap perwira wanita dan hitam di Angkatan Laut Amerika Serikat. Menurut laporan New York Times, Hegseth secara pribadi memblokir promosi setidaknya tujuh perwira Angkatan Laut, termasuk dua wanita dan dua pria hitam, dari daftar kandidat untuk menjadi laksamana.

Intervensi Hegseth ini meninggalkan daftar akhir 22 kandidat untuk satu bintang laksamana muda yang tidak memiliki perwira wanita sama sekali. Hal ini berlawanan dengan komposisi Angkatan Laut yang memiliki 21% perwira wanita dan 38% perwira minoritas.

Baca juga:

Beberapa perwira yang diblokir oleh Hegseth sebelumnya telah berpartisipasi dalam kegiatan terkait keragaman beberapa tahun atau bahkan dekade sebelumnya. Salah satu perwira yang dianggap sangat berprestasi, seorang spesialis perang permukaan nuklir yang pernah menjadi asisten seorang laksamana empat bintang, dilaporkan diblokir setelah namanya muncul di situs web yang mencantumkan petugas militer yang dianggap ‘woke’.

Hegseth juga dituduh mencoba mempercepat promosi asistennya sendiri, Kapten William Francis Jr, yang tidak memiliki pengalaman komando yang cukup untuk dipromosikan menjadi laksamana muda. Upaya ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap sistem promosi berbasis merit yang dianut militer Amerika Serikat.

Pentagon membantah tuduhan bahwa ras atau jenis kelamin mempengaruhi keputusan promosi. Namun, pola penghapusan perwira senior yang jatuh berat pada perwira wanita dan minoritas di seluruh angkatan bersenjata menimbulkan pertanyaan tentang diskriminasi dan legalitas tindakan Hegseth.

Baca juga:

Komite Angkatan Bersenjata Senat Amerika Serikat telah menggelar sidang untuk membahas isu ini. Senator Jack Reed, ketua komite, menyatakan bahwa hampir 60% perwira senior yang dipecat atau disisihkan oleh Hegseth adalah perwira wanita atau hitam.

Isu ini menambahkan kekhawatiran tentang kemampuan Hegseth untuk memimpin Departemen Pertahanan dan menjalankan kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hegseth juga telah menghadapi kritik karena keputusannya untuk memecat beberapa perwira tinggi, termasuk Jenderal Charles Q. Brown Jr, ketua kedua Angkatan Udara Amerika Serikat yang berkulit hitam, dan Laksamana Lisa Franchetti, wanita pertama yang memimpin Angkatan Laut Amerika Serikat.

Baca juga:

Kontroversi ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Hegseth untuk memimpin militer Amerika Serikat dan menjalankan kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *