PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 April 2026 | PT Alamri Resources Indonesia Tbk (ADRO), anak perusahaan konglomerasi Garibaldi Thohir, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar US$447,5 juta yang hampir menyerap seluruh laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, dan menandai peningkatan signifikan dalam kebijakan pembagian hasil bagi pemegang saham.
Laba bersih ADRO tahun 2025 tercatat US$447.694.220. Dari total tersebut, 99,96 persen atau setara US$447,500.000 dialokasikan sebagai dividen tunai. Sebagian telah dibayarkan sebelumnya dalam bentuk dividen interim sebesar US$250 juta pada 15 Januari 2026, dengan nilai Rp145,14 per saham. Sisa dividen final sebesar US$197,5 juta diperkirakan menghasilkan sekitar Rp117 per saham, mengingat harga saham ADRO pada saat itu berada di level Rp2.530 per lembar.
Dengan asumsi harga saham tetap, yield dividen final diperkirakan berada di kisaran 4,6 persen. Kebijakan ini mencerminkan Dividend Payout Ratio hampir 100 persen, melambungkan angka tersebut dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 36 persen. Sisanya, yaitu US$194.220 (sekitar 0,04 persen), akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha perusahaan ke depan.
Berikut rangkuman utama dari kebijakan dividen ADRO:
- Total dividen tunai: US$447,5 juta (sekitar Rp7,57 triliun).
- Dividen interim: US$250 juta (Rp145,14 per saham) dibayarkan pada 15 Januari 2026.
- Dividen final: US$197,5 juta (perkiraan Rp117 per saham).
- Yield dividen final: ~4,6% dengan harga saham Rp2.530.
- Dividend Payout Ratio: 99,96% (naik drastis dibanding 36% tahun sebelumnya).
- Laba ditahan: US$194.220 untuk reinvestasi.
Direksi ADRO diberikan kewenangan penuh untuk mengatur teknis pembagian dividen, termasuk penetapan cum date, ex date, serta tanggal pembayaran. Hingga kini, jadwal resmi untuk dividen final belum diumumkan secara detail, namun para analis memperkirakan proses pelunasan akan selesai dalam beberapa minggu setelah RUPS.
Langkah ADRO ini sejalan dengan strategi grup untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, terutama setelah kinerja keuangan yang solid pada tahun 2025. Peningkatan laba bersih didorong oleh kenaikan harga komoditas, efisiensi operasional, serta ekspansi produksi yang berhasil menambah volume penjualan. Dengan membagikan hampir seluruh laba, ADRO berharap dapat memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan likuiditas saham di Bursa Efek Indonesia.
Para analis pasar menilai kebijakan dividen tinggi ini sebagai sinyal positif, meski mengingatkan bahwa alokasi laba yang begitu besar dapat membatasi dana untuk investasi jangka panjang. Namun, dengan cadangan laba ditahan yang masih tersedia, ADRO berupaya menyeimbangkan antara penghargaan kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan proyek-proyek strategis di masa depan.
Secara keseluruhan, pembagian dividen ADRO tahun 2025 menandai momen penting bagi perusahaan dan pemegang sahamnya. Keputusan ini tidak hanya meningkatkan potensi pengembalian investasi, tetapi juga menegaskan komitmen manajemen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan laba perusahaan.
