PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Juni 2026 | Rupiah Indonesia terus melemah dan mencapai titik terendah baru. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret.
Menurut data terbaru, rupiah telah melemah sekitar 8% pada tahun 2026, menjadi yang terburuk di Asia. Sementara itu, indeks saham Jakarta juga telah jatuh sekitar 39% sejak mencapai titik tertinggi pada awal tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa situasi saat ini berbeda dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 1997-1998. Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional masih kuat dan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipicu oleh sentimen yang berkembang di pasar.
Cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$144,9 miliar, turun dari bulan sebelumnya sebesar US$146,2 miliar. Meskipun demikian, Bank Indonesia menyatakan bahwa cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Pemerintah dan Bank Indonesia berencana untuk meningkatkan sinergi dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sementara itu, masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh sentimen negatif yang berkembang di pasar.
Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa pemerintah dan Bank Indonesia perlu bekerja sama untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam memperkuat ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas perekonomian. Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat kembali stabil dan pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut.
