PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Juni 2026 | Penerimaan murid baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat menjadi sorotan karena masalah teknis pada aplikasi pendaftaran. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa biang kerok masalah ini adalah kelalaian dinas teknis dalam pengembangan aplikasi. Menurutnya, aplikasi tersebut seharusnya tidak dibuat oleh dinas teknis, melainkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) atau terintegrasi oleh Diskominfo.
Masalah ini menyebabkan ratusan ribu wali murid mengeluhkan sistem penerimaan murid baru. Dedi Mulyadi menilai bahwa kekacauan yang dikeluhkan para orang tua siswa bukan bersumber dari regulasi penerimaan, melainkan akibat kecerobohan pengembang yang membangun aplikasi dari nol alih-alih menyempurnakan sistem yang sudah ada sebelumnya.
Untuk menyudahi polemik digital ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar evaluasi teknologi secara menyeluruh. Dedi Mulyadi menginstruksikan pemanggilan pihak ketiga atau tim pengembang aplikasi guna dimintai pertanggungjawaban di tempat.
Sementara itu, UIN Jakarta membuka pendaftaran lewat Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jalur Mandiri Reguler. Jalur ini tidak mematok uang pangkal yang seringkali menjadi kekhawatiran para calon mahasiswa baru. Pendaftaran jalur Mandiri Reguler masih dibuka hingga 5 Juli 2026 melalui situs penerimaan.uinjkt.ac.id.
Pengelolaan sistem SPMB kini resmi berada di bawah kendali Diskominfo Jawa Barat. Dedi Mulyadi menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik.
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan calon murid mengalami kendala mulai dari akun yang belum terverifikasi, gagal masuk ke sistem, data yang tidak terbaca, hingga persoalan peserta Sekolah Maung yang harus kembali mengikuti proses pendaftaran reguler.
Kesimpulan dari masalah SPMB Jakarta 2026 adalah bahwa perlu adanya evaluasi teknologi yang menyeluruh dan penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah teknis pada aplikasi pendaftaran. Dengan demikian, diharapkan proses penerimaan murid baru dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan.
