Antam Bagikan Dividen Jumbo Rp 5,04 Triliun, Payout Ratio 70%

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Juni 2026 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70% dari laba bersih Tahun Buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 ANTM yang digelar pada Rabu (10/6).

Sepanjang 2025, ANTM membukukan laba bersih sebesar Rp 7,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 2,16 triliun atau 30% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Perseroan belum mengumumkan jadwal pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Baca juga:

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan nilai dividen yang akan dibagikan mencapai Rp 210 per saham. Dengan harga saham ANTM di level Rp 2.750 per lembar, dividen tersebut mencerminkan dividend yield sebesar 7,64%.

Meski tetap membagikan dividen dalam jumlah besar, rasio pembayaran dividen ANTM tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan rekam jejaknya, ANTM dikenal rutin membagikan sebagian besar laba bersih kepada pemegang saham, bahkan dengan dividend payout ratio mencapai 100%.

Pada Tahun Buku 2024 misalnya, perseroan menetapkan rasio pembayaran dividen sebesar 100% dari laba bersih. Total dividen yang dibagikan kala itu mencapai Rp 3,6 triliun atau setara Rp 151,77 per saham. Hal serupa juga diterapkan untuk Tahun Buku 2023. Saat itu, ANTM membagikan dividen senilai Rp 3,07 triliun dengan rasio pembayaran 100% dari laba bersih atau setara Rp 128 per saham.

Menjelang pelaksanaan RUPST, saham ANTM mencatatkan pergerakan yang cukup agresif. Pada perdagangan Selasa (9/6) kemarin, harga saham emas itu melonjak 13,83% ke level Rp 2.880 per saham. Namun, pada akhir perdagangan hari ini, saham ANTM justru terkoreksi 4,51% sehingga parkir di harga Rp 2.750.

Dalam sepekan terakhir, saham emiten tambang emas tersebut telah menguat 10,34%. Namun, secara year to date (ytd), saham ANTM masih terkoreksi 8,57%.

Antam mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026. Selama periode tersebut, emiten BUMN itu membukukan laba bersih mencapai Rp 3,66 triliun. Untung yang diperoleh ANTM pada triwulan pertama tahun ini tumbuh 58% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah Rp 2,32 triliun.

Kinerja tersebut ditopang oleh penguatan operasional di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik, dan perlambatan ekonomi dunia.

Di sisi lain, pergerakan saham ANTM di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari yang sama ditutup merosot sebesar 4,5 persen ke posisi Rp 2.750. Kendati pergerakan saham harian mengalami koreksi teknis, sejumlah analis memproyeksikan target operasional ANTM untuk periode tahun berjalan 2026 akan jauh lebih jelas, terukur, serta ekspansif.

Baca juga:

Perusahaan tercatat telah mengamankan kuota penambangan bijih nikel secara penuh sebesar 18,1 juta wet metric ton (wmt). Bersamaan dengan itu, manajemen juga bersiap memacu volume penjualan emas batangan untuk menyamai rekor tertinggi tahun 2024 yang mampu menembus angka 1,4 juta ons (oz).

Antam mencatatkan kemajuan pada segmen bauksit dan alumina. Penjualan bauksit meningkat 9 persen menjadi 593.476 wet metric ton (wmt), sedangkan produksi Chemical Grade Alumina (CGA) naik 13 persen menjadi 49.566 ton dan penjualannya tumbuh 11 persen menjadi 49.072 ton.

PT Vale Indonesia Tbk juga membukukan peningkatan volume penjualan nikel sebesar 15 persen menjadi 45 ribu ton pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap mineral kritis yang dibutuhkan untuk pengembangan kendaraan listrik dan energi bersih.

Sementara itu, PT Freeport Indonesia masih menghadapi dampak insiden mud rush yang terjadi pada September 2025. Produksi tembaga tercatat 95 juta pound dan produksi emas mencapai 92 ribu ounce. Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan operasional dan berbagai proyek strategis yang menjadi bagian dari penguatan industri pengolahan mineral di dalam negeri.

Kinerja operasional anggota Grup MIND ID sepanjang kuartal I 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan daya saing industri nasional. Di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan pasar komoditas yang masih berlanjut, sejumlah perusahaan tambang pelat merah mampu mencatatkan pertumbuhan produksi dan penjualan yang solid.

Pengelolaan mineral strategis yang semakin progresif, didukung berbagai proyek hilirisasi yang terus berjalan, dinilai akan memperbesar peran sektor pertambangan dalam memperkuat struktur industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Komoditas seperti timah, nikel, tembaga, emas, bauksit, alumina, dan batu bara disebut tetap menjadi fondasi penting bagi pembangunan industri Indonesia. Kebutuhan global terhadap mineral kritis juga terus meningkat seiring perkembangan industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan teknologi tinggi.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kinerja operasional anggota Grup MIND ID sepanjang tiga bulan pertama tahun ini menunjukkan arah yang positif dan konsisten.

Baca juga:

Salah satu capaian paling menonjol datang dari PT Timah Tbk. Perseroan berhasil meningkatkan produksi bijih timah hingga 96 persen menjadi 6.312 ton Sn dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.224 ton. Produksi logam timah juga meningkat 82 persen menjadi 5.630 metrik ton, sementara penjualan logam timah melonjak 113 persen menjadi 6.009 metrik ton.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kemajuan pada segmen bauksit dan alumina. Penjualan bauksit meningkat 9 persen menjadi 593.476 wet metric ton (wmt), sedangkan produksi Chemical Grade Alumina (CGA) naik 13 persen menjadi 49.566 ton dan penjualannya tumbuh 11 persen menjadi 49.072 ton.

PT Vale Indonesia Tbk juga membukukan peningkatan volume penjualan nikel sebesar 15 persen menjadi 45 ribu ton pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap mineral kritis yang dibutuhkan untuk pengembangan kendaraan listrik dan energi bersih.

Sementara itu, harga perak Antam turun Rp 1.600 menjadi Rp 44.050. Harga perak batangan 250 gram kini dibanderol Rp 11.537.500 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 22.150.000.

Harga emas Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp 20.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Pada pukul 09.06 WIB, harga emas Antam tercatat berada di level Rp 2.713.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp 2.733.000 per gram.

Kesimpulan, Antam akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 5,04 triliun atau setara 70% dari laba bersih Tahun Buku 2025. Kinerja operasional anggota Grup MIND ID sepanjang kuartal I 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan daya saing industri nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *