PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Juni 2026 | Dolar Amerika Serikat (AS) telah lama menjadi mata uang dunia yang paling dominan dalam sistem keuangan global. Namun, apa yang membuat dolar AS begitu kuat dan berpengaruh? Menurut sejarah, kedudukan dolar AS sebagai mata uang dunia dimulai setelah Perang Dunia I, ketika Amerika Serikat menggantikan posisi mata uang Inggris, poundsterling. Pada saat itu, banyak negara meninggalkan emas sebagai bentuk cadangan stabilitas mata uang dan beralih menggunakan uang kertas untuk membiayai operasional militer.
Perjanjian Bretton Woods pada 1944 secara resmi menobatkan dolar AS sebagai mata uang cadangan internasional. Amerika Serikat menjanjikan bahwa setiap cetakan satu dolar AS akan dijamin dengan satu per 35 ons emas, sehingga kepercayaan dari banyak negara pun berdatangan. Namun, di balik kejayaan dolar AS, terdapat juga kasus penipuan yang melibatkan mata uang ini, seperti kasus love scam yang menimpa seorang korban asal Surabaya yang mengalami kerugian sekitar Rp2,1 miliar.
Dalam konteks ekonomi Indonesia, dolar AS juga memiliki pengaruh yang signifikan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat mempengaruhi stabilisasi ekonomi negara. Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dan koordinasi yang lebih kuat antara BI dan pemerintah dapat membantu menguatkan rupiah terhadap dolar AS. Namun, penguatan dolar AS dapat menahan penguatan rupiah, terutama jika terdapat ketidakpastian global yang tinggi.
Di sisi lain, terdapat juga kasus penyebaran foto yang diklaim sebagai hasil sitaan dari mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, yang beredar di media sosial. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah kebenaran dokumen tersebut dan menjelaskan bahwa barang bukti yang diamankan penyidik memang menyita sejumlah uang dalam bentuk uang tunai, termasuk dolar AS, namun tidak sebanyak yang diklaim dalam foto tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, dolar AS terus mengalami fluktuasi nilai tukar terhadap rupiah. Pada penutupan perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Kombinasi sentimen domestik yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap fiskal menopang rupiah. Namun, penguatan dolar AS dapat kembali terjadi jika terdapat ketidakpastian global yang tinggi, seperti konflik di Timur Tengah.
Untuk itu, pengusaha kapal penyeberangan meminta pemerintah segera menyesuaikan tarif untuk menghindari kerugian akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam konteks ini, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan stabilitas ekonomi dan menghindari dampak negatif dari fluktuasi nilai tukar.
Kesimpulan, dolar AS merupakan mata uang dunia yang sangat berpengaruh terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Kedudukan dolar AS sebagai mata uang cadangan internasional dimulai setelah Perang Dunia I dan diperkuat oleh Perjanjian Bretton Woods. Namun, terdapat juga kasus penipuan yang melibatkan dolar AS, serta fluktuasi nilai tukar yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan stabilitas ekonomi dan menghindari dampak negatif dari fluktuasi nilai tukar.
