PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menghadapi tekanan dari mahasiswa yang melakukan demonstrasi di Jakarta. Demonstrasi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak tepat sasaran, terutama dalam hal pengeluaran negara dan program makan bergizi gratis yang dinilai boros.
Mahasiswa dari berbagai universitas di wilayah Jabodetabek mengenakan jaket almamater masing-masing dan memprotes pemborosan anggaran serta kenaikan harga bahan bakar non-subsidi. Mereka membawa spanduk dengan tulisan seperti “Indonesia bangkrut” dan “Bunyikan klakson jika kamu lelah menjadi orang Indonesia”.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menerima surat ucapan terima kasih dari siswa SMKN 1 Sorong dan telah menggelar rapat terbatas bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muhti. Ia juga telah memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke Istana Kepresidenan untuk membahas kerja sama internasional.
Di samping itu, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten untuk membahas kerja sama internasional, termasuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia.
Menanggapi demonstrasi mahasiswa, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah dirancang untuk menjawab persoalan yang nyata di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong industrialisasi nasional melalui hilirisasi dan penguatan industri dalam negeri.
Dalam beberapa hari terakhir, Indonesia telah mencapai swasembada pangan, namun masih menghadapi tekanan ekonomi yang memburuk, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan fiskal. Demonstrasi mahasiswa ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin gelisah terhadap kondisi ekonomi yang memburuk dan menuntut perubahan kebijakan pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi tekanan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ia harus memastikan bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah dirancang untuk menjawab persoalan yang nyata di tengah masyarakat dan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat.
