PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Juni 2026 | Pemerintah tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun terjadi kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak di Indonesia. Namun, kasus korupsi yang melibatkan pejabat BGN membuat program ini menjadi perhatian.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program MBG tidak akan dihentikan. Ia menjelaskan bahwa dinamika dalam pelaksanaan sebuah program pemerintah merupakan hal yang wajar. Setiap kebijakan yang diterjemahkan dari visi dan arahan Presiden Prabowo Subianto ke dalam program operasional akan menghadapi tantangan dan memerlukan penyempurnaan di lapangan.
Sementara itu, pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, menilai permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya sangat tergantung fakta dan pembuktian penyidikan. Menurutnya, permohonan JC Sony Sonjaya berpotensi ditolak jika Sony terbukti sebagai dalang permufakatan jahat tersebut.
Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026. Para tersangka adalah eks petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) hingga bos penyedia motor listrik BGN. Kejagung menduga ada penyimpangan dalam tata kelola program MBG, antara lain dugaan afiliasi para tersangka dengan yayasan pengelola SPPG hingga dugaan mark up pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, serta televisi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) memastikan kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat dukungan luas dari jutaan siswa di seluruh Indonesia. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan bahwa program ini akan tetap berjalan, namun dengan beberapa penyesuaian signifikan dalam pelaksanaannya. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan program, serta memastikan makanan yang disalurkan benar-benar bergizi dan aman bagi peserta didik.
Penyesuaian ini termasuk kemungkinan melibatkan kantin sekolah sebagai penyedia makanan bergizi, di bawah koordinasi dan supervisi Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan makanan, sekaligus memberdayakan unit-unit di lingkungan sekolah. Pemerintah akan melakukan perubahan skema penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bantuan dapat tersalurkan lebih tepat sasaran.
Dalam kesimpulan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan beberapa penyesuaian untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan program. Pemerintah berkomitmen untuk tidak mengorbankan program penting ini hanya karena beberapa kasus yang dapat diatasi dengan perbaikan sistem. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap program MBG dapat tetap terjaga, dan siswa dapat menerima makanan bergizi tanpa kekhawatiran.
