PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Mei 2026 | Pemerintah telah memangkas anggaran belanja negara dalam beberapa program, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, keputusan ini merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan dana program MBG dapat dikelola dengan lebih efisien.
Anggaran MBG yang awalnya sebesar Rp335 triliun dipangkas menjadi Rp268 triliun. Purbaya menjelaskan bahwa realisasi penyaluran anggaran hingga 30 April tercatat sebesar Rp75 triliun, yang telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Belanja negara tumbuh signifikan sebesar 34,3 persen dengan nilai Rp1.082,8 triliun. Realisasi ini setara 28,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Belanja pemerintah pusat tercatat tumbuh 51,1 persen senilai Rp826 triliun.
Kementerian Keuangan juga menyalurkan anggaran transfer ke daerah (TKD) senilai Rp256,8 triliun per 30 April 2026 atau setara 37,1 persen dari pagu APBN sebesar Rp693 triliun. Penyaluran TKD pada April utamanya didorong oleh dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) nonfisik, dan otonomi khusus (otsus).
Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan defisit pada Maret 2026 yang mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB.
Pendapatan negara tercatat tumbuh sebesar 13,3 persen dengan realisasi senilai Rp918,4 triliun. Keseimbangan primer APBN berbalik menjadi surplus setelah pada bulan sebelumnya masih mencatat defisit hampir Rp100 triliun.
Kesimpulan, pemerintah telah melakukan upaya untuk memangkas anggaran belanja negara dan meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, diharapkan bahwa anggaran yang tersedia dapat digunakan dengan lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
