PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Juni 2026 | Musim kemarau telah tiba, dan berbagai daerah di Indonesia menghadapi tantangan kekeringan. Di Gunung Kidul, Yogyakarta, misalnya, alumni Pendidikan Pertama Bintara Angkatan 2001 Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (ERSHI) menggelar bhakti sosial dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Perwakilan ERSHI DIY-Jateng Sugeng Riyadi mengatakan bahwa bantuan air bersih diberikan untuk mengurangi beban masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
Di sisi lain, Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyerahkan bantuan instalasi pemanen air hujan kepada masyarakat Pedukuhan Sanggrahan dan Cikalan, Desa Banjarharjo. Bantuan ini diberikan untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami oleh warga di daerah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur memperkirakan musim kemarau di wilayah Malang Raya akan berlangsung hingga periode Oktober-November 2026. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan bijak dalam menyikapi kondisi cuaca ke depan.
Di Bojonegoro, Jawa Timur, sebanyak 93 desa di 24 kecamatan diprediksi mengalami krisis air bersih tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sejak awal tahun sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi.
Kabupaten Purworejo menjadi wilayah di Jawa Tengah yang paling parah dan terlama tidak diguyur hujan. BMKG merilis daftar wilayah di Indonesia yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat panjang hingga pertengahan Juni 2026.
Untuk mengatasi dampak kekeringan, perlu dilakukan upaya-upaya seperti pembangunan jaringan air bersih, perluasan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi air. Dengan demikian, diharapkan dampak kekeringan dapat diminimalkan dan kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan.
