PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Juni 2026 | Baru-baru ini, terjadi demonstrasi mahasiswa di Jakarta yang memicu perdebatan tentang pengerahan Komponen Cadangan (Komcad) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan aksi demonstrasi. Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pengerahan Komcad dan TNI dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta.
Menurut TB Hasanuddin, Komcad merupakan bagian dari komponen pertahanan negara yang memiliki fungsi berbeda dengan aparat pengamanan dalam menghadapi aksi penyampaian pendapat di ruang publik. Karena itu, penempatan Komcad dalam situasi demonstrasi dinilai kurang tepat dan tidak sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga mempertanyakan alasan Kementerian Pertahanan mengerahkan pasukan TNI dan Komcad dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di Jakarta. Juru Bicara PDI Perjuangan Romli Guntur menyatakan bahwa TNI dan Komcad bukan alat untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menanggapi kritik terkait pelibatan TNI dan Komcad dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa. Dave menyatakan koordinasi TNI dan Komcad dengan Polri diperlukan demi menjaga stabilitas nasional serta ketertiban umum di Jakarta.
Komisi I DPR RI berkomitmen mengawasi pengerahan kekuatan pertahanan agar tetap sesuai koridor hukum dan mandat konstitusi negara. Dave menegaskan bahwa keberadaan TNI dan Komcad merupakan pilar penting dalam sistem pertahanan negara yang bertujuan untuk menjamin keamanan serta kedaulatan NKRI.
Dalam kesimpulan, pengerahan Komcad dan TNI dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa di Jakarta memicu perdebatan tentang fungsi dan peran Komcad dalam sistem pertahanan negara. Perlu dilakukan evaluasi dan peninjauan kembali tentang pengerahan Komcad dan TNI dalam situasi demonstrasi untuk memastikan bahwa pengerahan tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
