PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juli 2026 | Gen Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, telah menjadi salah satu kelompok demografi yang paling berpengaruh dalam politik saat ini. Mereka telah tumbuh dewasa dengan media sosial dan telah belajar menggunakan platform tersebut untuk menyebarkan informasi dan mempengaruhi opini publik.
Salah satu contoh Gen Z yang telah membuat perubahan dalam politik adalah Maria Comstock, seorang influencer media sosial yang telah bekerja sama dengan kampanye demokratis. Comstock telah menggunakan platformnya untuk mempromosikan isu-isu seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, dan hak-hak LGBTQ+.
Namun, pekerjaan sebagai influencer politik tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi tekanan untuk memproduksi konten yang menarik dan relevan, serta menghadapi kritik dan serangan dari lawan-lawan politik. Mereka juga harus menghadapi masalah keuangan, karena banyak dari mereka yang tidak mendapatkan bayaran yang cukup untuk pekerjaan mereka.
Delhi Police juga telah mengidentifikasi beberapa akun media sosial yang telah digunakan untuk menyebarkan informasi palsu tentang protes di Jantar Mantar. Mereka telah menemukan bahwa beberapa akun tersebut telah dibuat oleh orang-orang yang berada di Pakistan, dan bahwa mereka telah digunakan untuk menyebarkan propaganda dan informasi palsu tentang protes.
Hal ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu alat yang paling berpengaruh dalam politik saat ini. Gen Z telah belajar menggunakan platform tersebut untuk menyebarkan informasi dan mempengaruhi opini publik, dan mereka telah membuat perubahan dalam politik dengan cara yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Namun, perlu diingat bahwa media sosial juga dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan propaganda. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya, dan untuk selalu mengkritisi informasi yang diterima.
